Browsing Kategori: "Cerpen"

Cerpen

Cerpen menghimpun cerita pendek yang dikirimkan penulis lintas generasi untuk menambah warna dalam pemberitaan ringan seperti Ciuman Terakhir untuk Ibu

Rumah

“Sedangkan kita adalah manusia yang diciptakan sebagai kebebasan itu!” Mas Diar, nama lengkapnya Modiaro, meyakinkan istrinya.

Pergi

Obha’, saudara tertua Bapak, mengernyitkan dahi. Tanpa banyak cakap ia langsung menarikku ke atas kuda, “Ayok, kamu diminta segera pulang. Ibu dan nenekmu sudah menunggu.”

Ngaruh Rasan

Aku diminta pulang barang sehari-dua hari, agar bisa mendampingi Ebak menyiapkan segala sesuatunya. Tetapi kabar itu tak serta-merta membuatku gembira. Alih-alih gembira, justru kekhawatiran membiak di kepala.

KRAPYAK

Raden Mas Jolang menata posisi anak panahnya sedemikian rupa. Nyenyep1 ia apit kuat dengan jari-jari tangan kanannya dan diletakkan tepat pada kendheng2 lantas menariknya. Ia menarik nyenyep ke arah belakang dan lar3 melengkung

Hikayat Sulamat

Angin berhilir kencang, mengayunkan dahan-dahan pepohon yang ada di dalamnya. Juga ada yang jatuh berserak memenuhi jalan setapak hutan, yang dibuat oleh pelancong-pelancong nakal dari negeri seberang yang tak membawa paspor (surat izin)…

Menukam Singa Kumpeh

Orang-orang yang telah berkumpul —karena kabar kamu dimasukkan ke kapal Belanda, lalu terdengar ledakan bedil yang meyakini orang-orang kamu telah tiada —menundukkan kepala saat lima pasukan itu berjalan menghadap Panglima Tudak Alam.

Madi

Bukan hanya itu, Madi juga mesti membayar tunggakan uang sewa bulan lalu yang belum ia bayarkan. Belum lagi istri dan anak-anaknya yang terus-menerus merengek tanpa mau peduli betapa Madi sedang di ambang batas keputusasaan.