Browsing Kategori: "Cerpen"

Cerpen

Cerpen menghimpun cerita pendek yang dikirimkan penulis lintas generasi untuk menambah warna dalam pemberitaan ringan seperti Ciuman Terakhir untuk Ibu

Yu Sri

Aku yang hanya memakai kaos singlet dan celana pendek bergegas mengikuti langkah Nurmala. Bulan sabit terlihat masih menggantung di langit. Udara pagi musim kemarau ini benar-benar menusuk tulang.

Dukun Telinga

Ketika aku sedang susah, dia juga bukan jenis orang yang bisa diharapkan memberi jalan keluar. Sesekali Nenek pergi ke pasar. Kadang dia tak membeli daging ayam, tapi pada hari-hari tertentu dia membeli banyak daging ayam.

Dahan-dahan Pohon Sialang

“Sudah puluhan kali kukatakan, ini jalan hidup yang kupilih. Aku sudah tak peduli dengan apapun yang digunjingkan orang-orang tentangku. Lagi pula, apa salahnya seorang perempuan menjadi pencari madu? Dan Uda juga tak perlu merasa kasihan…

Pulang dalam Sunyi

Padahal hari sudah menjelang pagi. Udara panas Jakarta perlahan masuk bersirobok lewat celah-celah dinding rumah yang kukontrak dalam beberapa bulan ini. Keringat selalu saja mengendap dalam malam yang kering.

Pekik Gagak

Laki-laki bertubuh mungil yang tengah duduk di halaman mengasah parang langsung menghentikan gerakan tangannya. Anak-anak yang sedang berkumpul dan ribut di sebuah rumah tiba-tiba senyap. Mereka juga berlari ke halaman dan mendongak ke…

Kurma untuk Tetangga

Pagi itu Suto leyeh-leyeh saja, bersantai sambil mengeringkan keringatnya yang berleleran. Suto barusan selesai jalan pagi yang menjadi rutinitasnya setelah pensiun dari pekerjaannya di pabrik pupuk di Kalimantan.

Bapak Pulang dari Malaysia

Mamak menatapnya kebingungan. Bagi kami—anak dan ibu yang hidup tanpa lelaki—Yu Jum tak ubahnya saudara kandung, meski ia tak memiliki darah semenda.