SELASA, 3 JANUARI 2017
BALIKPAPAN — Sepanjang 2016 laju inflasi di Kota Balikpapan relatif terjaga, sesuai dengan target nasional. Laju inflasi year to date mencapai 4,13% dan year to year. Adapun laju inflasi pada bulan Desember 2016 mencapai 1,26%.
![]() |
| Bahan makanan yang menyumbang inflasi di Kota Balikpapan. |
“Secara bulanan bahan makanan memberikan andil inflasi yang cukup besar pada bulan Desember. Andil inflasi itu wajar karena permintaan meningkat ada perayaan Natal dan tahun baru,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Suharman Tabrani, Selasa (3/12/2017).
Ia menilai sepanjang 2016 kemarin angka inflasi di Balikpapan relatif terjaga. Hal itu keberhasilan dari koordinasi pemerintah daerah, bank sentral dan lembaga lain yang berada di TPID untuk menjaga ketahanan stok.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Balikpapan, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi selama Desember adalah bahan pangan 2,76% dan transport, jasa keuangan, dan komunikasi sebesar 2,26%. Sedangkan komoditas yang menyumbang inflasi secara signifikan adalah daging ayam ras, jagung manis, kelapa, tarif angkutan udara, tarif ponsel, dan sebagainya.
Suharman mengatakan, tingkat konsumsi masyarakat masih dalam batas wajar, meski kelompok bahan makanan secara dominan memberikan andil laju inflasi sepanjang 2016.
“Pada inflasi tahunan Balikpapan, konsumsi masyarakat masih sangat wajar dan tidak berlebih. Kalau dilihat dari volatile food tercatat andil deflasi 0,10%,” tandasnya.
Ia mengharapkan, tahun ini laju inflasi Balikpapan dapat terus terkendali seperti tahun sebelumnya dan mewaspadai faktor-faktor di luar kendali yang berpotensi mengganggu keamanan pasokan dan distribusi.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti