Tim DVI Mabes Polri Berusaha Identifikasi Delapan Jenazah Korban KM. Zahro Express

KAMIS 5 JANUARI 2017
JAKARTA—Dari total sebanyak 24 jenazah korban meninggal dunia dalam musibah terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express, 16 jenazah di antaranya telah teridentifikasi dan langsung diserahkan kepada perwakilan pihak keluarga masing-masing. Sedangkan 8 jenazah lainnya hingga Kamis siang (5/1/2017) masih belum berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
Kombes Pol. drg. Luh Ike Kristiani, Humas RS. Polri Raden Said Sukanto.
Delapan jenazah tersebut sampai saat ini masih berada di Ruang Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit (RS) Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Bisa dipastikan semua jenazah yang tersisa kondisinya sungguh sangat mengenaskan karena menderita luka bakar hampir sekujur tubuhnya atau luka bakar 100 persen.
Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari RS. Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga siang ini belum ada lagi jenazah yang datang, artinya 16  korban penumpang KM. Zahro Express yang hilang di sekitar perairan Muara Angke, Jakarta Utara, hingga hari kelima paska tragedi terbakarnya KM. Zahro Express masih belum ditemukan Tim Search And Rescue (SAR).
Sementara itu, menurut keterangan Kombes Pol. drg. Luh Ike Kristiani, Humas RS. Raden Said Sukanto, kendala utama yang dihadapi Tim DVI Mabes Polri terkait dengan proses identifikasi 8 jenazah korban terbakarnya KM. Zahro Express yang tersisa salah satunya adalah  minimnya keterangan data-data primer korban atau informasi dari pihak keluarga korban yang bersangkutan.
“Sementara masih ada 8 jenazah korban KM. Zahro Express di RS. Sukanto belum berhasil diidentifikasi, Tim DVI masih berusaha mencari data-data atau keterangan tambahan dari pihak keluarga masing-masing, salah satu yang paling penting adalah data-data riwayat pemeriksaan kesehatan gigi semasa korban masih hidup, mudah-mudahan beberapa jenazah yang tersisa akan dapat segera teridentifikasi,” kata Kombes Pol. drg. Luh Ike Kristiani, Humas RS. Raden Said Sukanto kepada wartawan, Kamis siang (5/1/2017).
Hingga berita ini ditulis, perwakilan keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya dalam tragedi musibah terbakarnya KM. Zahro Express tampak terlihat masih terus berdatangan untuk mencari informasi dan keterangan di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal, Kompleks RS. Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur.
Salah satu diantara keluarga yang datang adalah pihak keluarga dari Anik Mariani (30), seorang perempuan yang belakangan diketahui berasal dari  Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Anik Mariani dipastikan menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi musibah terbakarnya KM. Zahro Express di sekitar perairan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu pagi (1/1/2017).
Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...