KAMIS 5 JANUARI 2017
MATARAM—Untuk terus berupaya menangani masalah kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), selain melakukan perbaikan dari sisi kebijakan, Pemprov NTB 2017 juga menaikkan anggaran penanggulangan kemiskinan sebesar 1,3 triliun rupiah.
![]() |
| Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin. |
“Anggaran penanggulanganan masalah kemiskinan tersebut lebih besar kalau dibandingkan anggaran pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 800 miliar” kata Ketua Tim Koordinasi Penanggulanganan Kemiskinan yang juga Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, Kamis (5/1/2017).
Amin berharap melalui kenaikan anggaran tersebut, upaya penanganan masalah kemiskinan di tengah masyarakat akan bisa memberikan hasil maksimal, melalui berbagai program penanganan masalah kemiskinan dilakukan.
Dijelaskan, anggaran senilai 1,3 triliun tersebut Tersebar di 27 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup Pemprov NTB dengan 105 program penanganan masalah kemiskinan.
“Tapi terpenting juga, bagaimana semua program penanganan kemiskinan dijalankan tersebut harus berkualitas dan bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat” katanya.
Selaku Ketua Tim Koordinasi penanggulanganan masalah kemiskinan di NTB, ia juga meminta kepada Bupati dan Walikota untuk secara bersama-sama fokus dan membangun kekompakan, sebab dengan begitu masalah kemiskinan akan bisa dientaskan.
Untuk diketahui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, selama September 2016, angka kemiskinan di NTB mengalami penurunan sebesar 17,9 ribu atau 0,46 persen dibandingkan penduduk miskin pada Maret 2016 sebesar 804,45 ribu orang atau 16,48 persen dari jumlah keseluruhan penduduk miskin NTB sebesar 786,58 ribu atau 16,02 persen.
Tahun 2017 dengan kenaikan anggaran penanggulangan senilai 1,3 triliun, Pemprov NTB menargetkan penduduk miskin bisa mengalami penurunan sebesar 2 persen.
Jurnalis: Turmuzi/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Turmuzi