SENIN 9 JANUARI 2017
JAKARTA—Ketua MPR RI Zulkifi Hasan menerima kunjungan audiensi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan perwakilan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2017).
![]() |
| Audiensi MPR-BEM SI. |
Dalam audiensi tersebut, Ketua Delegasi (BEM SI) Bagus Wibisono menyampaikan bahwa rakyat Indonesia saat ini sedang mengalami kesulitan dengan naiknya berbagai kebutuhan masyarakat seperti harga pangan sampai kenaikan BBM dan penerbitan STNK BPKB. bahkan di awal tahun 2017 banyak permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini.
“Sebagai mahasiswa, kami merasakan dampak kenaikan itu, terutama kenaikan harga pangan sangat memberatkan rakyat. Kami berharap pemerintah melakukan evaluasi dan melakukan kebijakan-kebijakan yang tidak mempersempit kehidupan rakyat,” ujar Bagus.
Sementara, Ketua Umum PP GMKI Sahat Martin Philip Sinurat Menuturkan beberapa pemikiran yang dalam beberapa waktu terakhir telah juga disuarakan di berbagai forum diskusi dan media massa yang utama adalah tentang masalah intoleransi yang saat ini makin mengemuka di publik.
Menurut sahat, Intoleransi muncul setelah kasus terdakwa penista agama yang dilakukan mantan gubernur DKI Jakarta, Ahok. Isu suku, agama dan ras (SARA) menjadi perbincangan dan wacana debat yang panas bahkan sampai ke daerah.
“Kami berharap jangan sampai persoalan tersebut memecah bangsa dan menjadi konflik. Jangan sampai apa yang terjadi di Jakarta membuat kegusaran juga di daerah -daerah,” ujar Sahat
Dikatakan, globalisasi teknologi informasi seperti maraknya bermunculan media sosial sedikit banyak sangat mempengaruhi berbagai persoalan yang mengarah kepada intoleransi. dalam media sosial banyak sekali bermunculan wacana-wacana yang sangat ekstrim seperti menjelek-jelekan simbol negara, jelekan agama dan ras dan menjelekkan nilai-nilai luhur Pancasila.
“Jadi lembaga negara seperti MPR, kami harap akan sadar dengan hal tersebut, dampak negatifnya sangat luar biasa jika tidak segera ditangani,” Harapnya.
Menanggapai paparan tersebut, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengungkapkan keperihatinannya atas persoalan yang mendera bangsa Indonesia, terutama masalah intoleransi yang kian hari semakin mengemuka.
Zul berharap, permasalahan perbedaan agama tidak perlu diperdebatkan lagi. Sebab, bangsa Indonesia sudah bersepakat untuk hidup bersatu dalam wadah negara NKRI tanpa melihat perbedaan ras.
“Jadi harusnya bangsa ini ‘move on’ jangan membicarakan perbedaan. Sebab, jika terus dipersoalkan, maka akan membawa kita semakin mundur,” ujarnya
Untuk itu, Zul meminta seluruh anak Indonesia, terutama generasi muda bangsa harus kompak bersama-sama membangun karakter bangsa dan memahami nilai-nilai yang ada dalam Pancasila.
Zul Melanjutkan, untuk pembangunan karakter bangsa bukan pekerjaan yang mudah karena membangun karakter tersebut butuh kontinuitas upaya dan dukungan serta kiprah aktif seluruh elemen rakyat Indonesia.
“Mari, untuk kedepannya, agar tidak terjadi perbedaan, harusnya kita terus mengawal, mengamankan, dan mengamalkan Pancasila secara nyata sehingga menjadi ideologi yang bekerja di tengah-tengah masyarakatnya,” tutupnya
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa