Hadapi Natal dan Tahun Baru, Pertamina Pastikan BBM LPG Tersedia di Maluku Papua

SABTU, 24 DESEMBER 2016

JAYAPURA — Menghadapi Hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Pertamina Marketing Operation Region VIII melakukan sejumlah upaya untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG dalam kondisi aman, terutama di wilayah Maluku Papua.
Pengendara sedeng melewati salah satu SPBU di Jayapura
Area Manager Communication dan Relations Pertamina MOR VIII, Taufikurachman memprediksikan adanya kenaikan konsumsi. Dengan itu Pertamina melakukan sejumlah upaya antisipasi pertama membentuk tim Satgas yang bertugas memantau kecukupan stok BBM, LPG dan Avtur, distribusi ke outlet penyalur hingga kehandalan sarfas yang diperlukan. Kedua, pihaknya melakukan Buffer Stock di Lembaga Penyalur maupun Terminal BBM.  
“Menyiapkan Terminal BBM untuk operasional 24 jam jika diperlukan. Berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengamanan penyaluran BBM dan LPG,” kata Taufik, Sabtu (24/12/2016).
Kelima, dikatakan Taufik, pihaknya juga menyiapkan armada mobil tangki dan stand by petugas sopir kernet dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM menjelang Natal dan Tahun baru. Juga menyiapkan tambahan kapal tanker untuk mengirimkan BBM ke terminal transit TBBM Wayame untuk didistribusikan ke pelosok Maluku dan Papua.
“Serta menyiagakan Tim Satgas HSSE baik kantor unit Region maupun lokasi dengan meningkatkan kewaspadaan kepada setiap kemungkinan yang dapat menyebabkan unsafety,” tuturnya.
Pihaknya memperkirakan adanya kenaikan konsumsi untuk beberapa produk BBM dan LPG. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat berpergian dan kegiatan memasak pada masa Liburan Natal dan Tahun Baru 2017.  
“Kami sudah mengantisipasi kenaikan konsumsi untuk BBM dan LPG berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Kemudian kami juga menyiapkan beberapa langkah upaya untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan BBM dan LPG, juga masa liburan ini kemungkinan tingkat kunjungan di wilayah timur Indonesia meningkat dan tentunya berdampak pada kebutuhan BBM dan LPG juga,” katanya.
Beberapa produk yang diprediksi mengalami kenaikan di wilayah Maluku Papua adalah Pertalite sebesar 25 persen dibanding kondisi normal atau meningkat dari rata-rata konsumsi normal 225 KL per hari menjadi 281 KL per hari. 
Dikatakannya, kenaikan juga diprediksi terjadi pada konsumsi Pertamax sebesar 25 persen. Premium juga, lanjutnya alami kenaikan sebesar 12 persen dari rata-rata harian normal 1.484 KL per hari, sementara Solar diprediksikan masih mengalami kenaikan sampai dengan pertengahan bulan Desember yakni sebesar 3 persen dibanding dengan rata-rata konsumsi normal harian.
“Minyak Tanah diperkirakan mengalami kenaikan hingga 4 persen di atas rata-rata normal yang sebesar 746 KL per hari menjadi sekitar 775 KL per hari. Produk LPG yang diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 2 persen, karena meningkatnya aktivitas memasak pada masa liburan Natal dan Tahun Baru 2017,” tuturnya.
Ditambahkannya, tak hanya BBM dan LPG, konsumsi avtur juga diperkirakan naik karena sejumlah airlines yang menambah extra flights untuk mengakomodir lonjakan penumpang di masa liburan. 
“Kenaikan signifikan terjadi di Bandara Pattimura yang pada kondisi normal kebutuhan avturnya sebanyak 75 KL per hari, maka diperkirakan meningkat 20 persen menjadi 90 KL per hari,” katanya.
Dengan sejumlah upaya ini, maka Pertamina berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan masyarakt dapat menjalani liburannya dengan nyaman. Apabila masyarakat mengalami keluhan untuk mendapatkan BBM dan LPG, dapat menghubungi Contact Pertamina di nomor 1 500 000. 

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...