RABU, 14 DESEMBER 2016
SOLO — Musim penghujan yang masih tinggi membuat ancaman bencana longsor di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, cukup signifikan. Sebagai antisipasi, sebanyak 7.000 bibit pohon sengon dibagikan warga yang berada di lereng Gunung Merapi-Merbabu tersebut.
![]() |
| Suasana pembagian 7.000 bibit pohon sengon kepada warga lereng Gunung Merapi di Boyolali. |
“Kenapa kita berikan bibit pohon, karena Boyolali terutama di lereng gunung, ancaman longsor sangat tinggi. Minimal setelah ditanam pohon sengon dapat mengurangi longsor yang bisa merugikan warga,” ucap Endang Srikarti Handayani di sela-sela pemberian bibit yang berada di kediamannnya, Boyolali, Rabu (14/12/2016).
Dipilihnya pohon sengon, kata politisi Partai Golkar itu, selain dapat mengurangi risiko bencana, warga juga dapat nilai ekonomis. Sebab, untuk jenis pohon sengon ini tidak perlu waktu lama agar bisa panen.
“Dalam kurun waktu 6-7 tahun pohon sudah bisa dipanen dan masyarakat dapat nilai tambah. Tapi, jangan lupa, sebelum ditebang harus ditanami lagi,” tekan anggota Komisi VI DPR RI tersebut.
Warga sendiri mengaku diuntungkan dengan pembagian bibit pohon sengon secara cuma-cuma tersebut.
“Terima kasih sekali, karena petani sudah dibantu. Malahan kalau bisa pemberian bibit, pupuk, dan lainnya bisa rutin dilakukan,” kata Wagimin, salah satu warga yang menerima bibit tersebut. Warga Desa Madu, Kecamatan Mojongso, Boyolali itu menginginkan, di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat dengan petani, Pemerintah diharapkan lebih peka terhadap kebutuhan petani. Sebab, cuaca buruk seperti saat ini membuat banyak petani merugi karena gagal panen.
“Kalau bisa petani kecil seperti kami dibantu, tidak hanya sekadar benih atau pupuk saja. Minimal untuk bisa sampai panen, ada suntikan dana atau modal,” pungkasnya.
Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto: Harun Alrosid