SELASA 6 DESEMBER 2016
BALIKPAPAN — Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan menghimpun pembayaran klaim selama 10 bulan terakhir 2016 telah mencapai Rp1,2 triliun. Dari klaim itu tercatat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) menduduki posisi pertama yakni sekitar Rp1 triliun dengan 138.862 kasus. Kemudian disusul klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp39 miliar dengan 1.532 kasus.
![]() |
| Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan I Nyoman Mastera saat Press Gathering tadi malam (5/12). |
Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan I Nyoman Mastera memaparkan sepanjang tahun 2016 ini pertumbuhan kepesertaan BPJS ketenagakerjaan turun, apabila dibandingkan dengan tahun 2015.
“Kalau dilihat dari pertumbuhan kepesertaan turun dari tahun 2015. Saya tidak paham kenapa, dampak dari mana. itu terlihat dari jumlah peserta yang tercatat,” terangnya saat Press Gathering bersama media, Senin malam, (5/12/2016).
Berdasarkan data yang dihimpun jumlah peserta tenaga kerja aktif di tahun 2016 sebanyak 1.041.000, dan tenaga kerja informal sebanyak 60.000. Sedangkan pada 2015 peserta TK Aktif sebanyak 1.060.000.
Meski pertumbuhannya turun Nyoman mengatakan dari segi akuisisi yang sudah melakukan pendaftaran baru pekerja ada 361 ribu. “Artinya yang keluar ada 400 ribu lebih, sehingga ada pertumbuhan defisit dalam kepesertaan. Penyebab utamanya kami belum pastikan,” tandasnya.
Namun demikian, pihaknya menargetkan tahun 2017 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan terus tumbuh karena dari iklim ekonomi sudah membaik. “Kami gali lagi perusahaan perkebunan kelapa sawit, sektor perdagangan dan jasa serta informal yang juga potensinya besar,” sebut Nyoman.
Ditargetkan peserta BPJS ketenagakerjaan Kalimantan tahun 2017 mencapai 1.206.000, dengan 9 ribu perusahaan.
Nyoman menambahkan akan terus sosialisasi yang masif agar pekerja dan perusahaan memahami program BPJS Ketenagakerjaan. Ada empat program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun.
“Program jaminan pensiun baru diluncurkan pada 2015 lalu. Respon pada jaminan pensiun cukup besar karena sampai saat ini hampir 1000 orang mengklaim baik itu sifatnya langsung mauoun berkala,” tambahnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti