Pemprov Sumbar Siapkan Dana Perbaikan Jembatan Sungai Durian

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyiapkan anggaran sebesar Rp125 juta, untuk membantu pembangunan jembatan yang putus akibat banjir yang melanda Sungai Durian, Kecamatan XI Koto Sungai Lasi.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman, mengatakan, setelah ada intruksi dari Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit, yang telah turun langsung melihat kondisi jembatan itu, Pemprov menyediakan anggaran untuk pembangunan.

Kini, anggaran sebesar Rp125 juta menunggu pencairan dan bakal disalurkan langsung oleh Pemprov Barat melalui BPBD. Anggaran Rp125 juta nantinya akan dapat membangun jembatan bersifat darurat.

Menurutnya, pentingnya pembangunan kembali jembatan itu, karena merupakan penghubungan pengangkut hasil bumi atau perkebunan yang ada di Sungai Durian. Jembatan itu bukanlah jembatan penghubung antara dua kampung, tapi penghubung antara perkampungan dengan perkebunan warga setempat.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman, di Padang, Kamis (13/2/2020)/ Foto: M. Noli Hendra

“Sekarang telah dimulai pembangunan jembatan daruratnya, agar ekonomi masyarakat tidak lumpuh, karena memang lahan di seberang sungai itu adalah mata pencarian utama masyarakat Sungai Durian,” katanya, Kamis (13/2/2020).

Ia menyebutkan, saat ini Tim BPBD provinsi dan kabupaten kota tengah berada di lapangan, guna membantu masyarakat untuk bergotong royong membangun jembatan darurat, yang ditargetkan bisa selesai dalam waktu dekat ini.

“Namanya jembatan darurat, masyarakat merangkai susunan kayu untuk bisa jadi tempat penyeberangan hingga ke perkebunan mereka. Alahmadulillah, air sungai yang dulu meruntuhkan jembatan telah surut, sehingga memudahkan untuk melakukan pembangunan,” ujarnya.

Erman mengatakan, setelah anggaran Rp125 juta diserahkan ke Pemkab Solok, dan berharap ada tambahan dana dari Pemkab Solok, maka diharapkan ada upaya pembangunan jembatan permanen. Dengan demikian, mata pencarian masyarakat setempat kembali lancar seperti sediakala.

“Kemungkinan Wagub Nasrul Abit bakal ke lokasi pembangunan jembatan itu, untuk melihat langsung pengerjaannya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, daerah Sungai Durian adalah daerah pada umumnya masayarakat bergantung pada hasil bumi. Namanya desanya Sungai Durian, di sana memang daerah penghasil buah durian.

“Sekarang masyarakat di sana tengah penan, namun karena jembatan putus, hasil panen duriannya belum bisa dibawa ke luar dari kebun. Makanya kita ingin jembatan darurat segera selesai, kasihan mereka,” sebutnya.

Nasrul melihat, banyak masyarakat di Sungai Durian yang sekarang mungkin lagi dalam kondisi kegalauan. Di saat lagi panen durian, tapi malah dihadang bencana, hasil panen mereka tertahan di kebun. Jembatan itu, hanyalah akses satu-satunya menuju mata pencarian masyarakat di Sungai Durian.

“Ya, benar ada anggaran sebesar Rp125 juta yang kita sediakan, dan uang itu untuk pembangunan jembatan, agar ekonomi masyarakat kembali normal,” ungkapnya.

Lihat juga...