SOLO — Tujuh hari jelang lebaran, sejumlah arus mudik mulai melintas di wilayah Solo, Jawa Tengah. Jalur alternatif Tol Solo – Kertosono (Soker), hari ini juga resmi dibuka untuk arus mudik, mulai dari pintu Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, hingga pintu keluar Widodaren, Ngawi, Jawa Timur.
Direktur Utama PT. Solo Ngawi Jaya (SNJ), David Wijayanto, selaku pengelola jalan Tol Soker, menjelaskan, operasional jalur alternatif tujuan ke Jawa Timur tersebut resmi dibuka untuk pemudik, mulai H-7 lebaran hingga H+7 lebaran nanti. Jam operasional tol, yakni mulai pukul 06.00 WIB -17.00 WIB.
“Kita buka jalur tol untuk jalur mudik, sekaligus kami lengkapi berbagai fasilitas di sepanjang jalur tol. Mulai dari pos pengamanan, rest area, pojok BBM, hingga fasilitas lainnya,” ungkapnya, kepada awak media, Senin (19/6/2017), siang.
Lebih lanjut, David mengatakan, seluruh persiapan jalur tol sepanjang 65 kilometer semuanya telah siap menyambut pemudik. Termasuk adanya kejadian darurat, baik mogok maupun kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM), di jalur tol terdapat mobil derek serta kios BBM. Selain itu, PT SNJ telah menyiapkan 5 unit mobil patroli, yang selalu mengawasi perjalanan pemudik selama di jalur tol.
“Di setiap mobil patroli kami juga sediakan BBM sebanyak 20 liter. Bagi pemudik yang kehabisan bisa langsung kita respon dengan BBM mobile tersebut. Untuk yang macet, kita juga siapkan mobil derek dan kita antar sampai ke bengkel terdekat, semuanya gratis,” ungkapnya.
Namun demikian, hanya kendaraan kecil yang diperbolehkan melintas di jalur Tol Soker, yakni minibus maupun kendaraan pribadi. Sementara, pihak kepolisian telah mendirikan 5 pos pengamanan di sepanjang jalur Tol Soker. Petugas kepolisian diterjunkan di setiap pos pengamanan dan pemantuan arus mudik.
Ada beberapa alternatif untuk kondisi darurat yang akan diterapkan kepolisian. Di antaranya, jika terjadi penumpukan kendaraan dan macet parah, petugas akan membuka pintu keluar alternatif di wilayah Miri, Kebakkaramat, Karanganyar. Tujuannya untuk mengurai kemacetan, agar tidak terjadi kejadian seperti pada pintu tol keluar Brebes (Brexit) pada tahun lalu.
“KIta sudah siapkan, jika memang kondisi tidak memungkinkan, akan berdampak pada macet berkepanjangan, kita akan buka pintu keluar di Kebakkramat. Selain itu, kita juga telah siapkan koordinasi, di pintu masuk akan kita stop,” jelas Ipda Joko Budi, Panit I Unit PJR Kartasura, Sukoahrjo.
Pengaman jalur tol sendiri bersinergi dengan 5 Polres yang dilalui jalur tol. Di antaranya, Polres Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan Polresta Solo. “Kita tekankan pemudik hati-hati dan patuhi rambu-rambu lalulintas dan batas kecepatan,” pungkasnya. (Harun Alrosid)