MANADO — Kurang dari seminggu, petugas PLN berhasil memasang Tower Emergency di wilayah Lolak, Kabupaten Bolaang, Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), guna mengoptimalkan pasokan listrik yang jebol setelah tower transmisi dihantam ombak saat banjir bandang pada 10 Juni 2017, lalu.
Manajer Area Pusat Pengatur Beban (AP2B) Sistem Minahasa, Sugeng Hidayat, menjelaskan, proses pembangunan tower emergency yang dimulai sejak Selasa (3/6/2017) dikerjakan oleh tim recovery PLN yang terdiri dari 30 orang dari Area Pusat Pengatur Beban (AP2B) Minahasa, dan Tragi (Transmisi dan Gardu Induk) Lopana, sehingga mereka berhasil mengamankan tower 73 jalur Otam – Lolak yang mengalami gangguan akibat banjir yang melanda daerah Lolak, sehingga pondasi tower 73 terkikis.
Menurut Sugeng, langkah cepat pembangunan tower emergency merupakan bentuk antisipasi menghindari dampak yang lebih besar, dan pengerjaan lebih cepat dari perkiraan.
“Untuk sementara ini, pengamanan 1 line transmisi sudah dilakukan, dan setelah lebaran nanti akan dilanjutkan untuk pekerjaan tower kedua untuk mengamankan line 2”, ujarnya, Senin (19/6/2017).
Sugeng juga mengatakan, dengan kembali beroperasinya sistem transmisi interkoneksi 150 kV Sulut – Gorontalo, diharapkan suplai listrik di kedua Provinsi ini kembali aman. Daya mampu sistem kembali surplus sebesar 50 MW (saat beban puncak) untuk menyuplai kebutuhan listrik pelanggan menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1438 H.
“Saat ini kita bisa surplus saat beban puncak, sehingga masyarakat di wilayah Sulutgo bisa kembali menikmati sambungan listrik”, ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Gorontalo, Hence Tumilaar, kepada Cendana News mengatakan, sangat bersyukur bisa kembali menikmati listrik di wilayahnya karena sebelumnya beberapa hari sejak terjadi kerusakan tower transmisi di Desa Lolak, pasokan listrik tidak bisa dinikmati dengan baik, sehingga aktivitas pekerjaan di kantor sangat terganggu.
“Syukurlah, tower emergency sudah terpasang sehingga pemadaman bisa diatasi. Semoga pihak PLN bisa mengantisipasi, apalagi sebagian besar umat muslim di Gorontalo sedang menjalankan ibadah puasa dan mempersiapkan menyambut Idul Fitri”, katanya. (Ishak Kusrant)