Deklarasi Keerom, Papua Bebas HIV/AIDS

2 DESEMBER 2016

JAYAPURA — Ratusan elemen masyarakat Kabupaten Keerom bersama pemerintah daerah mendeklarasikan diri Papua bebas HIV/AIDS, Minuman Keras (Miras) dan Narkoba dalam sebuah rangkaian kegiatan Deklarasi Keerom, Kamis (1/12/2016).
Seorang warga memeriksakan darahnya.
“Dari Keerom perbatasan RI-PNG, kami segenap komponen anak bangsa berasal dari lintas suku, adat, ras, dan agama-agama di Indonesia mendeklaraasikan komitmen,” kata Muh Markum saat Deklarasi Komitmen bersama di Arso 6, Keerom, Papua, Kamis (1/12/2016).
Pertama, dikatakan Muh Markum, Tanah Papua adalah tanah yang diberkati ALLAH Sang Pencipta alam semesta. Dikatakannya, tanah yang damai bagi semua umat manusia untuk hidup bersama, beribadah, dan berkarya bersama-sama.
“Kedua, HIV/AIDS, miras dan narkoba adalah tantangan juga musuh utama di Tanah Papua yang harus ditangani serius, diberantas semua pihak,” ujarnya.
Ditambahkannya, ketiga Desember  adalah bulan istimewa di Tanah Papua dan penuh dengan kasih sayang untuk saling berbagi antar umat manusia. “Harus disiptakan suasana aman, nyaman, damai dan sejahtera. Inikomitmen kami deklarasikan dari Keerom untuk Papua,” kata Muh Markum yang juga Wakil Bupati Kabupaten Keerom.
Sementara itu, Celcius Watae selaku Bupati Kabupaten Keerom mengaku banyak diluar Papua menilai tanah ini taka man saat bulan Desember, lantaran tepat hari ini 1 Desember disebut-sebut hari ulang tahun Organisasi Papua Merdeka, tapi tidak bagi masyarakat Keerom.
“Image untuk orang Papua tanggal 1 Desember, untuk Papua Merdeka. Itu sebenarnya image salah. Selama ini di Keerom 1 Desember hari HIV/AIDS Sedunia, dimana penyakit ini banyak korban, karena setiap tahun banyak orang meninggal,” kata Watae.
Menurutnya, apabila orang meninggal satu persatu di tanah air ini karena penyakit HIV AIDS, siapa yang cicipi hasil pembangunan pemerintah. “Siapa yang warisi pembangunan ini? jadi harus kita lakukan pencegahan sejak dini,” ujarnya.
Dalam deklarasi tersebut, dipadukan juga dengan pemeriksaan darah bagi seluruh peserta maupun undangan yang berjumlah kurang lebih 200-an orang.
Wakil Bupati Keerom, Muh Markum.
 Jurnalis:  Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto; Indrayadi T Hatta.
Lihat juga...