KAMIS, 15 DESEMBER 2016
BALIKPAPAN — Cuaca buruk yang terjadi di bulan Desember, nelayan di Kota Balikpapan sebagian besar memilih tak melaut. Kondisi tersebut menyebabkan harga ikan di sejumlah pasar tradisional naik dan berefek meningkatnya harga daging ayam.
![]() |
| Pasar tradisional di Klandasan Balikpapan |
Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Balikpapan, Yosmianto menyebutkan, nelayan yang menggunakan kapal-kapal kecil sementara tidak melaut. Kapal besarpun juga tak banyak yang melaut karena cuaca buruk.
“Cuaca buruk ini sudah diketahui nelayan. Kalau banyak yang tak melaut harga ikan pasti naik, daging ayam juga terkerek naik karena permintaan meningkat,” jelasnya Kamis, (15/12/2016)
Disebutkan, meski demikian, kebutuhan ikan masih bisa dipenuhi, karena didatangkan dari luar Balikpapan, Mamuju dan Kota Bontang.
“Mereka yang suplai menggunakan kapal besar dan punya penyimpanan es ikan,” beber pria yang akrab disapa Yos.
Berdasarkan data DPKP Balikpapan jumlah nelayan di Balikpapan sekitar 5000, mereka tersebar ada Kelurahan Manggar, Teritip, Lamaru, Pasar Baru, Kampung Baru dan Klandasan.
“Sudah sejak lama nelayan di Balikpapan mencari ikan lebih dari 12 mil dari garis pantai. Hal itu karena makin sulit mencari ikan di Perairan Balikpapan,” tandasnya.
![]() |
| Kapal nelayan yang tak melaut |
Terpisah, salah seorang nelayan di Manggar, Udin mengatakan, dengan cuaca buruk yang sekarang ini maka lebih memilih menunggu dan tidak melaut.
“Kalau tidak melaut ya menunggu ikan aja di TPI dari kapal besar atau memperbaiki kapal. Yang penting bisa hasilkan uang,” sebutnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti
