SABTU, 5 NOVEMBER 2016
BALIKPAPAN — Untuk mendukung kegiatan industri minyak dan gas serta industri lainnya, Perhimpunan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) Optimis bisa menjadi Hub Asia Pasifik dalam penyediaan logistik. Optimisnya itu dengan melihat tingkat pertumbuhan yang cukup stabil dan kelas menengah yang terus tumbuh itu tingkat komsumsi akan tumbuh. Otomatis akan membutuhkan suply logistik yang kuat.

Ketua PPLBI Esty Puspitasari menjelaskan keberadaan Indonesia di tengah-tengah antara perusahaan di luar negeri dengan titik Asia Pasifik menjadi peluang dan dari sisi geografis yang memungkinkan untuk menjadi Hub. Hal lainnya dengan perubahan dari sektor -sektor regulator untuk membuat industri makin berkembang itu dibutuhkan. Jadi dibutuhkan infrastruktur dan kemudahan berbisnis.
“Sekarang perubahan-perubahan yang kita rencanakan di awal dengan konsep PLB (pusat logistik berikat) ini sudah mulai kejadian. Salah satunya ada perusahaan memindahkan hub-hubnya dan itu bukan cuman satu. Dari laporan PLB-PLB lainya itu sudah terjadi,” jelasnya, baru-baru ini.
Estri menyebutkan hingga akhir tahun ditargetkan perusahaan PLB itu sebanyak 50 perusahaan. “Kami terus mendorong mereka perusahaan-perusahaan ini membuka dibeberapa titik (daerah) sesuai kebutuhan daerah itu,” serunya.
Pihaknya juga terus mendorong perusahaan PLB yang masuk dalam PPLBI terus mengupgared pelayanan dan sistem, bisnis proses yang baik dan standar. Karena anggota PLB ini masih ada yang konvensional. “Apabila ingin jadi Hub kami ini penyedia jasa PLB selain siap infrastruktur, kami juga harus ikut standar internasional yang berkembang,” tambahnya.
Jurnalis : Ferry Cahyanti / Editor : Rayvan Lesilolo / Foto : Ferry Cahyanti