Sebaliknya, ketika Indonesia berdiri tegak pada identitas ideologisnya, tidak menjadi negara agresor, dan memosisikan diri sebagai simpul peradaban maritim yang terbuka namun berdaulat, ia justru memiliki potensi menjadi kekuatan besar berumur panjang.
Sejarah tidak menjanjikan keabadian, tetapi ia konsisten memberi peringatan: dalam geopolitik, tindakan selalu meninggalkan jejak. Jejak itu, cepat atau lambat, kembali kepada pelakunya.
Jakarta, ARS (rohmanfth@gmail.com).