Pemberian Makanan Lokal Tingkatkan Kualitas Ayam Kampung
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Pemberian makanan lokal berupa jagung giling yang dicampur dengan dedak padi bisa meningkatkan kualitas telur ayam kampung sehingga bisa lebih bergizi dan bebas dari bahan kimia.
“Saya memberikan makanan lokal dari jagung dan dedak padi untuk ayam kampung peliharaan saya,” sebut Damianus Rofin Sere Muda, peternak ayam kampung saat ditemui di rumahnya di Desa Geliting, Kabupaten Sikka, Senin (23/8/2021).
Rofin sapaannya mengatakan, dirinya membeli jagung dan dedak padi dari para petani dan diolah sendiri hingga menjadi makanan.

Ia akui sejak memelihara ayam kampung dalam jumlah besar dirinya mulai menggunakan makanan lokal dibandingkan makanan pabrik yang bisa saja mengandung bahan kimia.
Selain itu sebutnya, dirinya pun tidak menggunakan obat-obatan berbahan kimia sehingga membuat obat sendiri dengan menggunakan bahan lokal.
“Saya seminggu bisa dua kali memberikan campuran obat dan vitamin yang dibuat dari bahan lokal. Semacam jamu yang diolah dari jahe merah, gula merah, asam, madu dan lainnya,” ungkapnya.
Rofin mengakui dengan memberikan vitamin tersebut secara rutin membuat ayam-ayam peliharaannya pun terbebas dari penyakit yang sering menyerang.
Lanjutnya, saat pergantian musim merupakan fase yang sangat rentan bagi ayam terserang penyakit sehingga dirinya selalu mewaspadai waktu tersebut.
Ia pun terpaksa memberikan vitamin lebih sering mengingat dirinya pernah mengalami ayamnya mati dalam jumlah banyak.
“Saya berkonsultasi dengan peternak lainnya dan diberitahu sehingga saat pergantian musim saya harus memberikan vitamin lebih sering.Ayam pun harus dijaga agar tidak terserang penyakit,” ujarnya.
Rofin akui, pemberian pakan lokal dan vitamim dari bahan lokal membuat ayamnya lebih tahan serangan penyakit dan kualitas telur ayamnya pun lebih terjaga.
Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung menyebutkan, bahan untuk pakan dari bahan lokal memang bisa dipergunakan dan memiliki kandungan gizi.
Win sapaannya menjelaskan, untuk sumber energi bisa menggunakan pakan dari jagung, dedak padi dan nasi sisa makanan di rumah.
Sambungnya, untuk kadar protein bisa didapat dari bungkil kelapa, ampas tahu, tepung ikan, tepun dari lamtoro dan lainnya.
“Untuk mineral bisa menggunakan kapur atau tepung kerang. Sementara untuk vitamin bisa diperoleh dari sayur-sayuran organik yang bisa ditanam di pekarangan rumah,” ujarnya.