Tutut Soeharto: Menata Pertanian Indonesia Jadi Tugas Bersama

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Pembina Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (DAMANDIRI), Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), menyatakan, jika menata pertanian di Indonesia adalah tugas bersama.

Putri sulung Presiden Soeharto ini mengatakan hal tersebut, usai menyerahkan secara simbolis bantuan 3.000 bibit tanaman buah kepada masyarakat Desa Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, didampingi Ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto), Kamis (28/2/2019).

Bibit tanaman buah tersebut di antaranya, alpukat, durian, jambu tanpa biji, dan manggis. “Nah, semua bibit tanaman buah yang diberikan ini bisa dikembangkan di sini. Semua bibit itu adalah hasil penelitian dari Taman Buah Mekarsari, di bawah pimpinan adik saya, Ibu Mameik,” kata Tutut Soeharto, dalam sambutannya.

Pembina Yayasan DAMANDIRI, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dalam sambutannya saat memberikan bibit tanaman buah, bea siswa PAUD dan Lantainisasi Rumah Tinggal kepada masyarakat Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019). -Foto: Ist/ Thowaf Z

Ia mengatakan, menata pertanian di Indonesia dengan baik, menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Seperti di Desa Samiran ini, ditanami ragam sayuran yang sangat penting bagi kehidupan.

“Sayuran ini sangat penting sekali, karena kalau kita cuma makan daging saja, tentu tidak baik. Makanya, harus ditambah dengan sayuran,” tandasnya.

Putri sulung Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, mengapresiasi pertanian terpadu yang dikembangkan di desa Samiran. Desa ini sukses mengembangkan buah Kesemek.

Dalam pengembangan buah Kesemek, pihaknya akan mengadakan penelitian agar buah Kesemek yang sudah lama ditanam di Desa Samiran ini bisa berkembang lebih baik dan besar-besar seperti di luar negeri.

“Kebetulan adik saya Ibu Mamiek ini lulusan IPB. Jadi, dia nanti akan meneliti semuanya, bagaimana buah Kesemek yang ditanam di sini bisa lebih berkembang dan besar-besar,” ujarnya.

Istri Indra Rukmana mengaku suka sekali dengan buah Kesemek. “Ini nggak bohong ya, betul ini bukan hoaks. Saya suka sekali makan buah Kesemek. Jadi, kalau nanti di sini dikembangkan buah Kesemek yang besar-besar, insyaallah Ibu Mamiek bisa bantu, ya,” paparnya.

Mamiek Soeharto memimpin Taman Buah Mekarsari yang didirikan atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, untuk melestarikan tanaman buah langka dari seluruh Indonesia.

“Ibu Tien, Ibunda tercinta kami bercita-cita agar buah-buah langka ini tidak hilang dari Indonesia. Bahkan, buah dari luar negeri juga dikembangkan. Jadi, memang kami melaksanakan pertanian itu di Mekarsari,” jelasnya.

Tutut Soeharto pun mempersilahkan masyarakat Desa Samiran untuk berkunjung ke Taman Buah Mekarsari yang ada di wilayah Bogor, Jawa Barat. Sambil rekreasi menikmati keindahan alam yang sejuk, mereka juga bisa melihat ragam buah langka Indonesia.

“Suatu saat, Bapak-Ibu bisa rekreasi ke Mekarsari. Dengan anak-cucu bisa bermain dan memetik sendiri buah apa pun, boleh. Kalau buah nangka juga boleh,” kata Tutut Soeharto, disambut tepuk tangan masyarakat Samiran.

Perempuan energik ini menegaskan, bahwa ragam bibit buah yang diberikan oleh Yayasan Damandiri,  bisa ditanam di Desa Samiran. Dan, diharapkan hasil panennya  dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Samiran, agar kehidupannya lebih sejahtera lagi.

Pada kesempatan ini, Tutut Soeharto juga mengucap syukur kepada Allah SWT, atas karunia sehat. Sehingga  bisa bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Samiran.

“Alhamdulillah, Ibu-Bapak yang saya cintai dan semua yang hadir. Kita diberikan limpahan nikmat sehat oleh Allah SWT, hingga silaturahmi ini terwujud. Semoga pertemuan ini dapat berkah dari Allah SWT. Amin,” pungkasnya.

Lihat juga...