Program Damandiri berdayakan ribuan warga desa di Samiran

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI, Cendana News – KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Boyolali, mencatat ribuan warga desa setempat merasakan manfaat program pemberdayaan dari Yayasan Damandiri.

Program pemberdayaan Yayasan Damandiri di sektor pariwisata bahkan sudah mengubah wajah Desa Samiran menjadi desa wisata yang maju dan modern.

Dengan upaya pemberdayaan Yayasan Damandiri di sektor pariwisata itu ribuan warga Desa Samiran bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan baru.

Mereka ribuan warga Desa Samiran yang semula hanya bertani bisa bekerja dan membuka usaha di Kampung Wisata Damandiri Samiran.

Sementara itu, KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran sebagai motor penggerak memiliki sejumlah unit usaha. Mualai dari warung, cafe, homestay hingga destinasi wisata unggulan Taman Bunga Merapi Garden.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana mengatakan saat ini ada 5 orang warga yang bekerja di Waroeng Damandiri, 9 orang di D’Garden Cafe, 3 orang di Taman Merapi Garden, dan 8 orang di koperasi.

Kemudian, sebanyak 23 warga Desa Samiran juga mendapatkan pekerjaan tambahan dari usaha penyewaan homestay di Kampung Homestay Damandiri. Mereka mengelola sekitar 70 unit kamar.

Jumlah tersebut belum termasuk warga yang bekerja sebagai petugas dan pengelola parkir kendaraan, dan sejumlah warga yang turut membuka usaha kecil maupun mikro.

Mereka berjualan makanan dan minuman ringan hingga oleh-oleh di kawasan Kampung Wisata Damandiri Samiran.

Tergabung dalam unit usaha ‘Modal Kita’, para pelaku UMKM ini mendapatkan dukungan akses pinjaman modal dari koperasi secara rutin.

Total jumlah keseluruhan warga desa yang menerima pinjaman modal usaha ini mencapai lebih dari 900 orang, tersebar di 7 kelompok.

Saat masa liburan panjang seperti momen libur Natal dan Tahun Baru 2023, jumlah warga yang mendapatkan pekerjaan atau pemasukan di sektor pariwisata akan semakin meningkat.

Hal itu seiring dengan membludaknya jumlah pengunjung di Objek Wisata Samiran. Mereka tak hanya berasal dari desa sekitar, namun juga dari luar daerah.

Bayu Pramana mengatakan, perputaran uang di Kampung Wisata Damandiri Samiran saat musim liburan bisa mencapai Rp150-200 juta lebih per hari.

Hal itu karena adanya peningkatan omzet pendapatan di sejumlah unit usaha yang bisa mencapai dua kali lipat dari hari-hari biasa.

Menurut Bayu, perputaran itu hanya sebatas di sejumlah unit usaha yang di kelola koperasi saja.

“Kalau dihitung secara keseluruhan di wilayah kecamatan Selo, mungkin bisa miliaran rupiah per hari,” kata nya.

Bergeraknya perekonomian di sektor pariwisata desa Samiran, merupakan buah keberhasilan progam pemberdayaan Yayasan Damandiri.

Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, yayasan warisan HM Soeharto mengubah desa marjinal itu menjadi desa wisata yang maju dan modern.

Dampak pemberdayaan bahkan tidak saja dirasakan oleh desa penerima program pemberdayaan secara langsung. Namun, juga terbangunnya kawasan ekonomi di sektor pariwisata lereng Gunung Merapi dan Merbabu tersebut.

Pemberdayaan Yayasan Damandiri menghidupkan perekonomian di sektor pariwisata desa Samiran.

Lihat juga...