Perawatan Situs Bung Karno Perlu Diperhatikan

ENDE – Rumah pengasingan Bung Karno yang terletak di Jalan Perwira Kota Ratu, Kota Ende, Kabupaten Ende sesungguhnya sangat membutuhkan perhatian untuk perawatan karena sampai saat ini situs yang menjadi tempat tinggal sang Proklamator ini terkesan diabaikan dan lepas dari  tanggung jawab Pemda Ende.

Syafrudin Pua Ita, penjaga situs Bung Karno saat ditemui Cendana News Sabtu (21/7/2017) di sela-sela kesibukannya melayani pengunjung yang datang mengunjungi rumah pengasingan melihat benda–benda sejarah peninggalan Bung Karno di rumah pengasingan itu mengakui peran pemerintah sangat minim.

“Perhatian pemerintah Bali terhadap situs ini besar sekali. Kami digaji oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Gianyar Bali setiap bulan sedangkan biaya perawatan situs ini kami ambil dari kotak sumbangan,” tuturnya.

Saat ditanya perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Ende terhadap situs ini Udin mengatakan selama 17 tahun mengabdikan diri sebagai penjaga situs, belum pernah mendapat perhatian secara intensif oleh pemerintah daerah berupa kucuran dana perawatan.

Parade kebangsaan yang dilaksanakan setiap tahun dan bulan Soekarno yang mulai diberlakukan pelaksanaannya tahun 2017 untuk mengenang Bapa Bangsa terkesan sangat meriah dengan gema yang sangat membahana. Namun bagi Udin kedua event ini tidak ada yang istimewa, tidak ada pengaruh dalam ritme pekerjaannya menjaga situs ini.

“Meskipun setiap tahun kita merayakan parade kebangsaan atau pencanangan bulan Sukarno, kami yang menjaga disini merasa biasa–biasa saja, hanya aktivitas pengunjung meningkat secara drastis dan bagi saya tidak ada yang istimewa dari kedua event ini,” tegasnya.

Udin menambahkan kalau memang pemilik ide Pancasila adalah Bung Karno, ketika dirinya berada di Ende, maka untuk menghormati tokoh besar ini, rumah tempat tinggal dan tempat–tempat sejarah peninggalan lainnya juga harus diperhatikan secara khusus.

“Situs ini direhab oleh Pak Budiono saat melakukan kunjungan pada tahun 2013 lalu sehingga kondisinya terlihat seperti ini, sebelumnya rumah ini kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak ada yang merawat,” ungkapnya.

Namun demikian Udin mengakui  saat ini situs Bung Karno sudah berada di bawah naungan Kementerian Pariwisata RI sebagai salah satu obyek  wisata sejarah yang ada di negeri ini.

“Meski tidak ada dana yang dianggarkan pemerintah daerah untuk perawatan situs ini namun kami berbangga hati karena situs ini telah masuk jadi obyek wisata sejarah terpopuler saat ini dan kami berharap ke depan pemerintah daerah juga memperhatikannya,” pintanya.

Benda–benda Peninggalan

Benda–benda peninggalan Bung Karno yang ada di dalam etalase maupun yang terpampang di dinding merupakan benda–benda yang telah dianggap sebagai benda sejarah peninggalan Bung Karno.

Benda–benda peninggalan Putra Sang Fajar yang saat ini tersimpan di Rumah Pengasingan adalah Lukisan Pura Bali yang dilukis sendiri oleh Bung Karno, 2 tongkat Bung Karno, tempat tidur Bung Karno, tempat tidur ibu Amsi, 1 lampu minyak, 1 setrika, 2 lemari pakaian, 2 gantungan pakaian, 2 kursi rotan serta 1 meja marmer.

Selain itu terdapat  3 batang kayu kliping, 3 batang kayu kaki meja, 1 batang bulpen, 1 alat musik biola, 1 lembar destar untuk mengikat kepala, 1 kain sarung Samarinda, 1 rangkap cerita anak angkat Bung Karno Ratna  Djuami, 6 alas gelas, 1 dulang kuningan kaca dan 7 rangkap naskah tonil yang pernah dipentaskan muridnya Bung Karno.

Juga turut disimpan 1 lembar surat nikah Bung Karno dengan Ibu Inggit, 2 lembar surat perjanjian cerai dengan Ibu Inggit, 2 piring nasi, 3 piring ceper porselin, 3 piring hias, 1 cerek hias aluminium, 1 katrol dan 1 sumur tua serta masih banyak lagi barang–barang Bung Karno yang belum dikembalikan oleh sahabat-sahabatnya.

Udin mengungkapkan kalau benda–benda tersebut telah ada sejak dulu dan ada juga yang dikembalikan oleh sahabat-sahabat Bung Karno yang ada di Ende setelah rumah ini direnovasi pada tahun 2013 lalu.

Namun pihaknya mengakui kalau masih ada benda–benda peninggalan Bung Karno lainnya yang tersimpan oleh sahabat-sahabatnya yang tidak mau mengembalikan ke situs dengan alasan sebagai barang kenang–kenangan para sahabat ketika bersama Bung Karno.

Syafrudin Pua Ita, penjaga situs Bung Karno di Kota Ende. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...