MINGGU, 16 APRIL 2017
Oleh: Dr. Ir. Zasmeli Suhaemi
Mantan Ketua LPPM Unitas dan Penggerak Posdaya Sumatera Barat
Peringatan Hari Kartini hanya beberapa saat lagi, saya jadi tergerak untuk mengetengahkan Srikandi Posdaya dari Padang Pariaman yang dijuluki “Singa Betina” oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mughni.
![]() |
| Ibu Krishna, S.Sos (Bu Upik) bersama Prof. Dr. Haryono Suyono. |
Singa Betina itu bernama Bu Krishna, S.Sos yang akrab dipanggil Bu Upik. Masyarakat Sintuk Toboh Gadang lebih mengenalnya dengan panggilan Bu Camat, sekalipun sudah lama pensiun sebagai camat.
Perkenalan dengan “Singa Betina” ini terjadi saat saya sebagai Ketua LPPM Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang meminta izin untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, sekaligus mensosialisasikan Posdaya di wilayah kerjanya.
Seperti biasa, jika ada kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari kampus, hanya disambut oleh Kades atau Wali Korong (setingkat RW) karena dianggap tidak memberikan bantuan tunai dan hanya berupa transfer ilmu.
Namun perbedaan mencolok yang saya alami sebagai Ketua LPPM justru datang dari Bu Upik. Dia langsung menyambut gembira dan meminta pelaksanaan kegiatannya di kantor Kecamatan didukung fasilitas yang ada sehingga kami tidak perlu menyewa peralatan.
Pasca kegiatan tersebut, Bu Upik yang pernah masuk nominasi 5 Camat terbaik se-Sumatera Barat, langsung bergegas untuk menyambut Posdaya dan mengembangkannya di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang.
Dalam waktu satu tahun telah terbentuk 25 Posdaya. Sebanyak 3 di antaranya langsung dilantik pengurusnya oleh Prof Haryono Suyono di Kampus Unitas, yaitu Posdaya Tarusan Jaya, Tarusan Abadi dan Mekar Abadi.
Etos kerja yang luar biasa, sangat diakui oleh warga Kecamatan Sintoga. “Sebelumnya kami tidak pernah kenal wajah Camat kami,” komentar salah seorang anggota Posdaya Tarusan Jaya.
Ini disebabkan Bu Upik sangat rajin mengunjungi warganya setiap waktu. Dia menjadwalkan untuk melewati jalan yang berbeda setiap pagi sebelum masuk kantor. Kebiasaan ini membuat dia langsung tahu dan menegur warganya yang tidak memanfaatkan pekarangan rumah dengan baik.
Bu Upik merangsang warganya membuat Kebun Bergizi di setiap rumah warganya. Posdayanya yang berkembang, Prof. Haryono Suyono sempat berkunjung sebayak dua kali. Salah satunya dihadiri oleh Bupati Ali Mughni.
Pada 2013 Posdaya Tarusan Jaya hasil binaannya bekerjasama dengan LPPM Unitas berhasil mendapat Juara I Regional Sumatera Barat.
Setelah pensiun, Bu Upik ingin mendirikan Koperasi Posdaya Pakandangan. Keinginan mendirikan koperasi ini diilhami karena dia miris mengingat masih banyak warganya yang berjualan di pasar dengan modal rentenir.
Para rentenir meminjamkan uang Rp200.000. Tetapi si peminjam yang notabene rakyat miskin, harus mengembalikan Rp20.000 setiap hari selama 20 hari. Hal itu tentu mencekik leher si peminjam.
Semoga koperasi ini segera terwujud, dan bisa mengembangkan pemberian penguatan modal yang tidak mencekik bagi masyarakat pra sejahtera di Padang Pariaman.
![]() |
| Bu Upik dan Prof. Dr. Haryono Suyono serta daftar yang tergabung dalam Ruko Daya Sintoga. |
Editor: Irvan Sjafari/Foto: Dokumen Penulis
Source: CendanaNews

