RABU, 1 MARET 2017
BALIKPAPAN — Naiknya harga elpiji 3 kilogram di Kota Balikpapan yang mulai berlaku hari ini (1/3/2017), menjadi perhatian DPRD Balikpapan. Meski kenaikan harga elpiji hanya Rp 1000 dipastikan memberatkan masyarakat, khususnya UKM yang menggunakannya.
![]() |
| Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Abdul Yajid. |
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Abdul Yajid, berpendapat, kenaikan harga elpiji seharusnya tidak naik, meski itu hanya Rp 1000 sebelum memberikan pelayanan yang maksimal.
“Memang kenaikan elpiji ini tidak bisa kita hindari, karena ini sudah menjadi tuntutan karena yang lain ongkos transport naik. Tapi, ya kalau bisa pelayanan diperbaiki dan jaminan stok tak perlu antri lagi,” terangnya, saat ditemui, Rabu (1/3/2017).
Yajid mengharapkan, dengan kenaikan harga elpiji 3 kilogram ini, Balikpapan tidak mengalami kesulitan membeli elpiji karena terminal pengelolaan ada di kota.
Selain itu, pihaknya juga minta dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketersediaan elpiji karena masih dilihat penyalahgunaan ukuran elpiji. Seperti elpiji 3 kg untuk menengah ke bawah dan UKM kecil, namun tak sedikit masyarakat yang berekonomi mampu juga menikmati elpiji 3 kg.
“Ini tugas dinas terkaitlah untuk lakukan pengawasan agar penggunaan elpiji 3 kg tepat sasaran,” tandasnya.
Untuk diketahui, mulai hari ini (1/3/2017) harga elpiji 3 kilogram dengan harga baru yakni Rp 17.000 menjadi Rp 18.000.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti