Damandiri Siapkan Modal Usaha untuk Perajin Rempeyek

SELASA, 21 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Agar bisa meningkatkan pendapatan, seorang pengusaha baik itu kecil, besar maupun mikro harus mendapatkan tambahan modal. Hal ini yang terjadi terhadap Warningsih, atau karib disapa Ningsih, seorang perajin rempeyek kacang dan ikan teri kelas mikro di RT 01, RW 01, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Warningsih.

Dalam kurun setahun belakangan, ibu satu anak ini menjalankan usaha cemilan rempeyek dibantu suaminya. Rempeyek buatan Ningsih biasa ia titipkan di warung-warung kecil sekitar wilayah Ceger tiga hari sekali. Ningsih biasa menghasilkan 40 kemasan kecil rempeyek kacang dan ikan teri setiap tiga hari sekali.

“Saya biasa membuat rempeyek di malam hari dibantu suami. Anak masih kecil dan sedang masa pertumbuhan, jadi tunggu dia tidur baru bisa bebas meracik rempeyek dagangan kami,” tutur Ningsih kepada Cendana News, Senin (20/02/2017).

Dari 40 kemasan kecil rempeyek kacang dan ikan teri, Ningsih harus mengeluarkan modal sejumlah Rp 90-100 ribu. Dari modal sejumlah itu, tiga hari kemudian ia mendapatkan omset Rp 150 ribu. Setiap tiga hari sekali, keuntungan bersih Ningsih dari usaha rempeyeknya hanya Rp 60 ribu. Untuk menambah penghasilan, suaminya kerap mengojek sepeda motor di sekitar wilayah Kelurahan Ceger, Jakarta Timur. Akan tetapi tetap saja, tidak mencukupi mereka bertiga hidup sehari-hari.

Dua minggu belakangan ia banyak mendapat masukan dari ibu mertuanya Sulasmiati agar mengajukan modal usaha di Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) Yayasan Damandiri yang rutin menjalankan Hari Kas setiap Senin, di Posdaya Bahagia, RW 01 Kelurahan Ceger, Jakarta Timur. Setelah meminta ijin suami, ia mempersiapkan dokumen pendukung berupa foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, Ningsih juga mengisi formulir pengajuan sekaligus melewati proses wawancara dari Penanggung Jawab (PJ) kelompok Tanggung Renteng yang biasa menangani calon anggota dari wilayah RT 01, RW 01, Ceger. Pengajuan awal Ningsih adalah sejumlah Rp 2 juta.

“Jika saya dipercaya untuk pinjaman modal usaha sebesar dua juta rupiah, akan saya alokasikan satu juta rupiah untuk menambah modal rempeyek. Sisanya akan saya buat usaha penjualan kosmetik dan alat kecantikan,” Ningsih menambahkan.

Perhitungan Ningsih, jika modal rempeyeknya bisa Rp 1 juta, ia bisa menghasilkan sekitar 400 kemasan kecil rempeyek tiga hari sekali. Ditambah lagi keuntungan bersih Ningsih bisa meningkat menjadi Rp 600 ribu per tiga hari. Dalam satu bulan, berarti pendapatan bersih Ningsih bisa mencapai Rp 6 juta.

Karena hitungannya inilah ia begitu antusias akan masa depan usahanya kelak bersama Tabur Puja. Ditambah lagi usaha dagang kosmetik dan alat kecantikan yang akan dijalaninya, semakin yakin pula Ningsih akan keputusannya untuk mengajukan pinjaman modal usaha.

Bahkan ia sudah punya impian cukup jauh ke depan mengenai kehidupan bersama suami dan anaknya. Ningsih mengatakan bahwa jika penghasilannya bisa lumayan dan stabil, ia dan suami bisa mencicil rumah mungil di sekitar wilayah Ceger. Jika tidak sanggup karena harga mahal, ia akan mencari desa kecil sekitar wilayah Cipayung Jakarta Timur.

“Sudah mimpi punya rumah. Tapi jalani dulu usahanya, perjalanan saya dan suami masih panjang. Tapi setidaknya kami punya target, jadi usaha kami berdua ini nantinya bisa barokah,” pungkas perempuan berusia 27 tahun ini.

Dari dokumen pendukung, Ningsih sudah memenuhi syarat, bahwa ia beralamat asli di RW 01, Ceger dan sudah menetap. Akan tetapi semua tergantung penilaian atau estimasi manajemen Tabur Puja mengenai berapa besar modal awal yang pantas untuk usaha rempeyek kacang dan ikan teri milik Ningsih.

Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Satmoko / Foto: Miechell Koagouw

Lihat juga...