Harga Daging Sapi dan Ayam Naik, Omzet Pedagang Turun

SELASA 3 JANUARI 2017
BALIKPAPAN — Pasca perayaan Natal dan Tahun baru harga kebutuhan daging ayam, sapi dan telur masih mengalami kenaikan di beberapa pasar tradisional Balikpapan. Naiknya harga tersebut berdampak pada omzet pedagang setiap harinya. Pasar Klandasar misalnya, harga daging ayam potong jelang tahun baru mencapai Rp60-65 ribu per ekornya, hingga kini harganya masih sama. Sedangkan telur ayam per piringnya Rp50-54 ribu.
Pedagang daging ayam dan sapi di Pasar Tradisional Balikpapan.
“Naiknya harga ayam ini karena stok ayam kurang dipasaran,” ucap Bayu pedagang daging ayam potong, Selasa (3/1/2016).
Berkurangnya stok ayam itu juga menyebabkan daging ayam yang juga berkurang. Menurutnya, per hari bisa jual 120 ekor, tapi sekarang hanya bisa jual 100 ekor.
“Harga yang naik tentunya juga pengaruh sama omzet sehari-hari. Omzet kalau dibandingkan tahun lalu sangat turun, sepi pembeli,” keluh Bayu.
Semahalnya dengan telur ayam yang masih mengalami kenaikan. Diperkirakan harga telur ayam akan turun pada satu minggu mendatang.
Sementara untuk harga daging sapi masih Rp130 ribu per kilogramnya. “Stok masih kurang, pengiriman juga terlambat,” kata Nasra, salah seorang pedagang daging sapi.
Dari pantauan harga beras dan minyak goreng normal. Bahkan harga beras asal Surabaya turun apabila dibandingkan tahun lalu. Karena stok tersedia lebih banyak.
Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...