SELASA, 20 DESEMBER 2016
KEEROM — Satu pucuk senjata api standar jenis Mauser Caliber 7,62 mm berhasil ditemukan prajurit TNI AD Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Yonif Raider 700 Wira Yhuda Chakti di sekitar Sungai Oktober, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-PNG. Penemuan senjata ini berawal dari pengejaran OTK oleh satu regu Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat yang melakukan patroli patok batas MM 5.1. Dalam perjalanan, satu regu tersebut melihat seorang tak dikenal tengah membawa senjata api dan berlari menjauhi prajurit TNI.
![]() |
| Barang bukti yang berhasil disita. |
Komandan Satgas Pamtas Yonif Raider 700/WYC, Letkol Inf Horas Sitinjak, membenarkan, adanya kontak senjata tersebut dan anggotanya menemukan satu pucuk senjata api.
“Iya benar, anggota saya berhasil dapatkan satu pucuk senjata api standard jenis Mauser Caliber 7,62 mm dengan nomor senjata 4.MK.1,” kata Letkol Inf Horas Sitinjak, Selasa (20/12/2016).
Dikatakannya, anggota yang patroli patok batas ini dipimpin Letda Inf Dwiyanto Teguh dengan kekuatan 17 orang dan mendapat gangguan tembakan sebanyak satu kali dari OTK di sekitar Sungai Oktober, Kabupaten Keerom.
![]() |
| Pasukan TNI saat melakukan penyisiran di sekitar gubuk Sungai Oktober. |
“Secara spontan pasukan langsung mencari perlindungan dan membalas tembakan tersebut. Kemudian terlihat OTK berlari ke arah sungai dengan membawa 1 pucuk senjata, tapi OTK itu terjatuh dan senjatanya terlempar, karena melihat pasukan semakin dekat,” ujarnya.
Akibat anggotanya yang semakin dekat, lanjutnya, membuat OTK itu melompat ke Sungai Oktober dengan arus yang cukup deras tanpa menghiraukan senjatanya yang jatuh.
“Saat anggota lakukan penyisiran di sekitar Sungai Oktober, anggota tak hanya dapat senjata api. Tapi juga sebuah gubuk yang di dalamnya terdapat dua stel pakaian dan 1 buah noken bermotif bendera Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) berisikan pinang kapur sirih dan 20 gram ganja kering,” katanya.
![]() |
| Pasukan TNI saat temukan senapan. |
Hasil ini langsung dilaporkan anggota dari Pos Tatakra kepadanya menggunakan telepon seluler satelit dan melanjutkan perjalanan selama dua hari dua malam. Berhasil tiba di Komando Taktis (Kotis) Senggi, Kabupaten Keerom, Senin (19/12/2016).
“Ini merupakan keberhasilan yang luar biasa karena selain mendapatkan patok batas yang belum ada yang bisa mencapainya, para prajurit juga berhasil memperoleh satu pucuk senjata api standar,” tuturnya.
Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bhakti saat dikonfirmasi Cendana News mengapresiasi pencapaian positif dari anggotanya yang bertugas di Perbatasan RI-PNG, tepatnya di Kabupaten Keerom, Papua.
“Prajurit Yonif Raider 700/WYC harus tetap waspada, semangat yang tinggi dan juga tetap rendah hati,” kata Mayjen TNI Agus Surya Bhakti dari ujung selulernya.
Barang bukti yang telah diamankan tersebut, kini telah diserahkan ke Kolakops Korem 172 Praja Wira Yhakti, Abepura, Kota Jayapura, Papua.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta

