Taufik Kurniawan: Mar’ie Muhammad Ekonom Indonesia yang Bersih dan Jujur di Era Pak Harto

MINGGU, 11 DESEMBER 2016

Jakarta — Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) era Orde Baru, Mar’ie Muhammad, wafat di usia ke-77 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Nasional Cawang, Jakarta Timur. Kepergian ekonom yang dijuluki Mister Clean karena kebersihan dan kejujurannya itu meninggalkan duka mendalam bagi bangsa ini.
Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR RI.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan duka-cita yang mendalam atas kepergian putra terbaik bangsa, salah satu ekonom Indonesia yang terkenal sangat bersih dan jujur, Bapak Mar’ie Muhammad, mantan Menteri Keuangan era Pak Harto,” kata Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, dalam keterangannya yang diterima Cendana News Di Jakarta, Minggu, (11/12/2016).
Taufik menilai, Mar’ie Muhammad, pria kelahiran Surabaya, 3 April 1939. Almarhum diangkat oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VI pada 17 Maret 1993 hingga 1998, merupakan sosok yang tegas, berani dan penuh tanggung jawab. Pada tahun 1988-1993, almarhum mengabdi di Direktorat Jenderal Pajak. Mar’ei saat itu berani membersihkan Ditjen Pajak yang terkenal sebagai lahan basah bagi oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) petugas pajak yang kong kalikong.
“Saya teringat Direktorat Pajak yang dipimpin beliau sedang gencar-gencarnya mengumpulkan data untuk pajak bumi dan bangunan (PBB). Dari koran yang saya baca dan berita televisi yang saya tonton saat itu, Pak Mar’ie sendiri yang datang dan memimpin tim ke kediaman Presiden Soeharto, lalu mengukur sendiri luas rumah dengan pita ukur yang dibawanya,” kenangangnya.
Taufik mengatakan, karena kegigihan Mar’ie dan keberaniannya untuk membersih kantor pajak, target penerimaan pajak saat itu yang semula hanya Rp. 9 Triliun, melampaui target hingga menyentuh angka Rp. 19 Triliun. “Saya ingat betul ucapannya di koran maupun televisi, tak peduli pengusaha atau siapa saja, soal kewajiban membayar pajak, tidak ada pengecualian,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Taufik, sifat keteguhan hati Pak Mar’ie tidak pernah berubah, meski beliau kemudian diangkat menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Soeharto. Almarhum adalah satu-satunya menteri yang berani menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas pejabat negara, yang dinilainya terlalu besar.
“Sangat wajar, jika Pak Mar’ie Muhammad mendapatkan julukan ‘Mister Clean‘, karena beliau memang bersih, jujur dan hidup sangat sederhana. Begitu banyak Jasa yang beliau tinggalkan. Sosok almarhum adalah teladan yang sangat baik. Saya yakin, Allah SWT mencintai dan menyayangi Pak Mar’ie sebagaimana kita mencintai dan menyayangi beliau,” pungkasnya.

Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Koko Triarko / Foto : CendanaNewsIstimewa

Lihat juga...