GUNUNGKIDUL — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi Soeharto atau Titiek Soeharto, menyerahkan bantuan alat tanam padi otomatis (rice transplanter) kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Senin (2/6/2025). Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari aspirasi Komisi IV DPR RI untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong modernisasi pertanian di daerah.
Sebanyak tujuh unit rice transplanter disalurkan kepada sembilan kelompok tani penerima manfaat.
“Bantuan ini kami harapkan bisa membantu petani bekerja lebih cepat dan efisien. Kami ingin pertanian menjadi sektor yang menarik bagi generasi muda. Pertanian harus naik kelas,” kata Titiek dalam kunjungan kerja ke Gunungkidul.
Ia juga menyampaikan bahwa selain alat rice transplanter itu, Titiek Soeharto melalui Komisi IV sebelumnya juga telah menyalurkan beragam bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke Gunungkidul.
Bantuan tersebut meliputi 210 handsprayer, 9 unit traktor roda dua, 10 traktor roda empat, serta ribuan benih jagung untuk lahan seluas 5.874 hektare.program bantuan Pekarangan Pangan Bergizi telah diberikan kepada 9 kelompok wanita tani (KWT) dan sedang dalam tahap verifikasi.
Program ini memberikan dana senilai Rp12 juta per kelompok untuk mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Tak hanya itu, bantuan lainnya juga telah disalurkan seperti ayam petelur untuk 10 kelompok tani, 13 unit pompa air, serta 12 paket perangkat uji tanah sawah. Titiek memastikan bahwa seluruh program yang berasal dari Kementerian Pertanian akan terus disalurkan secara merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah DIY, termasuk Gunungkidul.
Penyerahan bantuan sendiei turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, yang menyampaikan apresiasi atas komitmen Titiek Soeharto dalam mendukung transformasi pertanian di daerah kering seperti Gunungkidul.
“Bantuan ini sangat membantu dalam menekan biaya tanam dan meningkatkan efisiensi kerja petani. Kami juga berharap ini mampu menarik minat generasi muda kembali ke pertanian,” ujar Endah.
Dalam kesempatan itu, Endah juga mengusulkan kepada Titiek Soeharto agar mendukung percepatan proyek strategis pertanian, termasuk pembangunan 37 titik sumur ladang hasil kerja sama antara Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan (Unhan).
Menurutnya, keberadaan sumur ladang sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah yang kekurangan air.
Sementara itu, sejumlah kelompok tani, mengatakan rice transplanter sangat bermanfaat dalam menghemat waktu dan biaya produksi. Di tengah makin berkurangnya buruh tani dan mahalnya ongkos tanam manual, mekanisasi menjadi solusi yang sangat dibutuhkan.
“Dengan alat ini, petani bisa menanam lebih cepat dan tidak tergantung pada tenaga manusia. Ini jawaban atas tantangan pertanian modern,” ucapnya.
Titiek Soeharto menegaskan bahwa ke depan, Komisi IV DPR RI akan terus mendorong penambahan bantuan, khususnya untuk wilayah yang memiliki potensi besar namun masih mengalami keterbatasan sarana dan prasarana pertanian.