RABU, 21 DESEMBER 2016
JAYAPURA — Memanfaatkan sampah dengan menciptakan ide kreativitas yang mengundang indahnya pandangan dalam satu momen membuat Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua dapat pujian dari forum aktivis lingkungan.
| Pohon Natal dari sampah kardus dan uang rupiah. |
“Ide kreatif dari Bank Indonesia patut dicontoh, tanpa mereka sadar. Apa yang mereka lakukan adalah satu sosialisasi pentingnya memanfaatkan limbah sekitar yang ada dan juga mengurangi sampah untuk Port Numbay (Kota Jayapura) tercinta ini,” kata Ketua Forum Peduli Port Numbay Green, Fredy Wanda, kepada Cendana News, Rabu (21/12/2016).
Dari pantauan Cendana News, awalnya tumpukan sampah berupa sisa kardus di belakang kantor diikat pada satu tiang dengan tinggi kurang lebih satu setengah meter. Diikat sedemikian rupa berupa kerucut dari atas hingga bawah yang berdiameter sekitar setengah meter.
| Sampah kardus Bank Indonesia saat disusun dan sudah berbentuk pohon Natal. |
Awalnya, tak terlalu menarik perhatian pengunjung kantor itu. Namun, lama-kelamaan menyerupai sebuah pohon Natal yang diselimuti kardus bekas. Tak hanya itu, beberapa hari kemudian, kardus-kardus tersebut diolesi lem dan ditaburi sampah-sampah uang kertas yang telah dihancurkan, mulai dari uang kelipatan seribu hingga seratus ribu.
Pohon Natal yang separuh jadi ini pun dihiasi berbagai pernak-pernik hiasan, sama halnya seperti pohon Natal pada umumnya, seperti lampu kerlap-kerlip berbagai macam warna. Indahnya hasil tangan orang kreatif dan peduli akan lingkungan ini, sangat pantas dipuji dan menjadi contoh kepada yang lain.
| Sampah uang berbentuk pohon Natal yang sangat memikat. |
“Pohon Natal itu dibuat dari satu limbah uang yang telah dihancurkan dan kardus-kardus bekas kiriman uang baru. Kami mencoba manfaatkan yang selama ini terbuang. Itu kan selama ini dibuang dan dimusnahkan, pemanfaatannya kurang. Jadi, ini adalah kreativitas teman-teman di Papua,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Papua, Joko Supratikto.
Ia mengungkapkan, ide ini muncul dengan sendirinya dan diprakarsai unit Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Indonesia perwakilan Papua yang ia pimpin saat ini.
“Ini ide-ide sendiri dan baru tahun ini kami lakukan. Salah satunya, kami ingin manfaaatkan limbah itu. Saya juga melihat, kalau kebanyakan sampah yang dibuang juga tak baik untuk lingkungan,” tutur Joko.
Ditambahkannya, tak hanya pohon Natal, ornamen gedung juga disulapnya seperti kado Natal kepada masyarakat. Ini semua untuk menampilkan yang terbaru kepada masyarakat di ibu kota Provinsi Papua ini.
“Itu dari teman-teman untuk memberikan nuansa lain di momen Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 nanti,” ujarnya.
Dengan kreativitas tersebut, dapat disimpulkan, setiap perbankan dapat memanfaatkan limbahnya untuk dijadikan hasil karya yang dapat digunakan secara permanen maupun non permanen. Tentunya juga dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di Kota Jayapura.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta