Rusak Parah Sejak Lama, Tangkis Laut di Pulau Talango Tak Kunjung Ada Perbaikan

RABU, 21 DESEMBER 2016

SUMENEP — Meski telah bertahun-tahun tangkis laut di Desa Padike, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah, namun hingga sekarang masih belum juga ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Akibatnya, ombak besar air laut terus mengikis badan jalan yang terletak di pinggir pantai tersebut, dan kian menyebabkan kerusakan tangkis laut semakin lama bertambah parah. 
Tangkis Laut di Pula Talango yang rusak.
Kerusakan tangkis laut sudah berjalan lama, namun upaya perbaikan masih belum tampak sama sekali. Kondisinya kini sangat memprihatinkan dan jebol, namun penahan air laut tersebut hingga kini dibiarkan begitu saja. Ketika ombak sedang besar, warga yang melintas di jalan pinggir pantai tersebut pun harus lebih berhati-hati, karena hempasan ombak naik ke badan jalan. 
“Rusaknya tangkis laut ini sudah berjalan lama, tetapi sampai sekarang masih belum ada perhatian serius dari pihak terkait. Padahal, itu sangat mengkhawatirkan, karena di sekitar tangkis laut tersebut banyak pemukiman penduduk. Bahkan, saking lamanya tidak ada perhatian, membuat tangkis laut itu kini berantakan,” kata Syaiful Anwar (31), salah seorang warga Desa Padike, Kecamatan Talango, Rabu (21/12/2016). 
Disebutkan, jika semakin lama tangkis laut tidak kunjung diperbaiki, kerusakan bibir pantai akibat terkena abrasi juga semakin parah, sebab tangkis laut di sepanjang bibir pantai ini merupakan pembatas jalan akses desa yang sangat ramai dilintasi warga. Akibat tangkis laut sudah berantakan, air laut pun semakin mengkikis badan jalan yang ada di desa setempat.
Rusaknya Tangkis Laut di Pulau Talango dikeluhkan warga.
“Jadi, ketika air laut naik ke bahu jalan, akan sangat mengganggu warga yang melintas, karena air laut tersebut sampai memenuhi jalan. Bahkan, ketika bersamaan ombak dan angin kencang, air laut sampai masuk ke pemukiman warga,” jelasnya.
Warga berharap, Pemerintah Daerah memperhatikan secara serius terhadap rusaknya tangkis laut yang ada di desa tersebut, karena selama ini warga sudah melakukan upaya dengan memberikan penahan seadanya dengan bambu, yang tentu saja tidak akan bertahan lama, karena dalam waktu sebentar bambu tersebut sudah rapuh akibat terus-menerus dihantam air laut. 

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Koko Triarko / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...