RABU, 14 DESEMBER 2016
BOGOR — Perhelatan jelang laga final pertama sepakbola Piala AFF (ASEAN Football Federation) yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata banyak memberikan berkah dan rezeki tersendiri. Khususnya bagi para penjual makanan, minuman, suvenir hingga tukang parkir.
![]() |
| Penjual suvenir, PKL, hingga tukang parkir di Stadion Pakansari kebagian rezeki melimpah. |
Pantauan Cendana News langsung dari kawasan Stadion Pakansari, menjelang pelaksanaan “Kick Off” babak pertama antara Timnas Indonesia melawan Timnas Thailand, ribuan suporter fanatik pendukung Timnas Indonesia tampak terlihat terus berdatangan menuju kompleks Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
Kehadiran ribuan suporter sepak bola fanatik Timnas Indonesia tersebut tidak disia-silakan para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan tukang parkir penitipan kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil. Rata-rata para PKL dan tukang parkir mengaku mendapatkan berkah dan keuntungan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan hari biasanya.
Hingga berita ini ditulis, hampir sebagian besar para PKL dan tukang parkir di sekitar kawasan kompleks Stadion Pakansari bisa dipastikan kebagian rezeki terkait dengan adanya pertandingan partai final pertama Piala AFF. Hampir semua dagangan yang dijual mulai dari makanan, minuman, suvenir hampir ludes habis terjual, sedangkan semua lahan parkir yang tersedia sudah dipenuhi berbagai jenis kendaraan bermotor.
“Sejak pagi tadi saya berjualan bersama teman-teman sesama penjual suvenir lainnya seperti jaket, topi, kaos dan syal Timnas Merah Putih atau Timnas Indonesia. Banyak para suporter bola yang datang ke Stadion Pakansari membeli suvenir, alhamdulilah hampir sekitar 50 % barang dagangan terjual. Hal tersebut mungkin sama juga dengan para PKL penjual makanan dan minuman serta tempat penitipan parkir yang juga laris manis banyak meraup keuntungan yang berlipat ganda,” kata Farida, penjual suvenir di Stadion Pakansari, Rabu petang (14/12/2016).
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono