SELASA 6 DESEMBER 2016
JAYAPURA — Sebanyak tujuh mesin berbahan bakar minyak (BBM) Solar yang berkapasitas daya tiap mesinya sebesar 600 kilowatt (KW) didatangkan PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) guna mengantisipasi kekuarangan daya jelang Hari Raya Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.
| Salah satu mesin milik PLN yang didatngkan dari Surabaya |
Manajer Teknik Thomas P.P.L. Tobing menuturkan ketujuh mesin tersebut akan diletakkan di Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Waena,Kota Jayapura. DIdatangkannya mesin tambahan ini,lantaran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tengah alami defisit sistem kelistrikan daya.
“Ini merupakan upaya kami untuk persiapan pasokan listrik menjelang Hari Raya Natal dengan menambah daya listrik sekitar 4 MW. Karena PLTA dan PLTU saat ini masih dalam masa perbaikan dan juga defisit sistem kelistrikan kurang,” kata Tobing, Selasa (6/12/2016).
Tujuh unit mesin diesel dan 2 tangki bahan bakar yang didatangkan langsung dari Surabaya, meskipun ada beberapa kendala dikatakannya, semua berjalan dengan lancar dan dibantu Pelindo IV cabang Jayapura demi kelancaran pengiriman dan proses bongkar muat.
“Ini merupakan mesin tambahan yang akan memasok daya ke sistem kelistrikan di Jayapura. Mesin ini belum bisa langsung kita operasikan namun kita persiapkan terlebih dahulu agar dapat beroperasi dengan handal,” ujarnya.
Langkah ini diambil, lanjutnya, agar pada malam Natal nanti kelistrikan dapat terpenuhi semua, mesin-mesin ini rencana akan mulai beroperasi dan masuk pada sistem kelistrikan Jayapura 15 hari mendatang setelah semua sudah siap.
“Meskipun sudah mendatangkan 7 unit mesin ini, namun kami tak tinggal diam pada pusat-pusat listrik kita yang sedang mengalami gangguan. Kita terus berupaya agar secepatnya PLTA dan PLTU dapat menyuplai daya ke sistem kelistrikan Jayapura,” katanya.
Dengan adanya tambahan mesin ini, pihak PLT WP2B berharap nantinya di akhir tahun kelistrikan di Jayapura dapat tersuplai dengan baik, serta gangguan di pusat listrik yang ada dapat terselesaikan dengan cepat.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta.