Hujan dan Gelombang Tinggi Volume Sampah Perairan Lampung Meningkat

SELASA 6 DESEMBER 2016

LAMPUNG-Sampah di wilayah perairan pantai Barat dan Timur Lampung Selatan semakin meningkat dalam kurun waktu sepekan terakhir. Kondisi tersebut diakibatkan sejumlah sungai yang mengalami banjir dengan membawa material sampah berbagai jenis yang dibuang oleh warga dan sebagian sampah yang secara tak sengaja dibuang di sungai. Sejumlah pantai di Kabupaten Lampung Selatan dan sejumlah dermaga bahkan dipenuhi sampah yang terbawa arus sungai hingga ke perairan laut dan mengganggu aktifitas kapal milik masyarakat dan kapal roll on roll off (Roro). 
Sampah laut akibat gelombang tinggi di pantai Teluk Nipah.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh pengelola tempat wisata pamtai Teluk Nipah, Andri, yang mengungkapkan dalam beberapa pekan ini volume sampah yang menepi ke pantai akibat terbawa ombak sangat banyak. Sampah sampah tersebut sebagian dibakar dan sebagian dikumpulkan oleh petugas untuk menjaga keindahan pantai dan menghindari bahaya yang tak diinginkan dari sampah kaca bahkan hingga benda benda berbahaya lainnya.
Andri mengungkapkan sebagian besar sampah yang berasal dari sampah pepohonan masih bisa terurai dengan dibakar, namun sampah yang berupa pecahan kaca dari botol hanya bisa disingkirkan di lokasi khusus. Sebagian besar sampah yang ada di sekitar pantai tersebut menurutnya dominan berasal dari sampah rumah tangga yang terbawa arus sungai akibat banjir dan menepi setelah terapung di perairan laut.
“Kita tetap lakukan pembersihan dan untuk menghindari sampah di wilayah perairan bertambah perlu kesadaran masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar tak membuang sampah sembarangan,”ungkap Andri kepada Cendana News, Selasa (6/12/2016).
Berbeda dengan sampah di wilayah perairan pantai keberadaan sampah yang terbawa arus sungai hingga ke perairan laut mengakibatkan sampah sampah tersebut terbawa hingga ke dermaga. Ombak besar yang menggulung sampah berbagai jenis yang sebagian merupakan sampah plastik, ranting kayu tersebut bahkan sebagian terbawa hingga ke dermaga tradisional Muara Piluk dan sebagian ke dermaga Pelabuhan Bakauheni hingga ke Pelabuhan Merak Banten.
Salah satu petugas kebersihan di lingkungan pelabuhan, Radmiadi, mengungkapkan saat musim hujan, musim gelombang tinggi potensi pertambahan sampah di sekitar dermaga meningkat hampir sebanyak 90 persen dibandingkan hari biasa.  Kondisi meningkatnya volume sampah juga menurutnya terjadi saat kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi yang membuat sampah di perairan menepi. Petugas kebersihan dermaga yang tergabung dengan tim Search and Rescue (SAR) terpaksa melakukan pembersihan dengan menggunakan perahu terutama sampah sampah berukuran besar seperti kayu atau batang batang pohon.
“Kita lakukan pembersihan karena meski sampah ini berasal dari wilayah lain karena arus laut bisa membawa sampah bermil mil jauhnya dan terkumpul di dermaga bisa membahayakan olah gerak kapal,”ungkap Radmiadi.
Sampah sampah yang mengganggu oleh gerak kapal tersebut di antaranya bisa mengganggu baling baling kapal dan berpotensi menyebabkan pendangkalan dermaga akibat volume sampah yang terjadi setiap hari. Selain berasal dari sampah perairan sampah tersebut sebagian berasal dari darat yang terbawa angin sehingga petugas di pelabuhan Bakauheni memberi peringatan di sejumlah titik untuk tidak membuang sampah  sembarangan.
Sampah di dermaga yang berpotensi mengganggu olah gerak kapal.
Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Lihat juga...