Sunatan Masal Terbanyak dalam Kapal KRI Soeharso di Papua

omandan Lantamal X,   Brigjen TNI (Marinir) Gatot Triswanto
CENDANANEWS (Jayapura) – Selang dua hari pengobatan gratis berlangsung di Kapal Republik Indonesia (KRI) nomor lambung 990 untuk masyarakat Papua. Sunatan masal masuk dalam angka tertinggi sebanyak 159 orang.
Komandan Lantamal X, Brigjen TNI (Marinir) Gatot Triswanto, mengatakan kegiatan yang telah berlangsung selama ini, telah dilakukan sunatan masal 159 orang, operasi mata katarak 26 orang, operasi mata pterigium atau daging tumbuh di mata ada 33 orang, operasi sectio caesar ada tiga orang, operasi prolaps uteri atau rahim turun ada satu orang, operasi kista indung telur ada satu orang, operasi implat atau susuk KB ada dua orang.
“Juga operasi hernia ada 13 orang, operasi aff plat atau lepas pen tulang ada dua orang, opearsi tumor atau benjolan ada delapan orang, operasi amandel ada dua orang, operasi bibir sumbing ada dua orang dan operasi varikokel ada satu orang,” kata Gatot, Rabu (06/05/2015).
Selain itu, menurut Gatot, juga telah dilaksanakan open ship atau pegenalan kebangsaan Indonesia kepada 70 siswa Taman Kanak-Kanak (TK), penyuluhan kesehatan kapada para murid sekolah dasar.
“Juga penyuluhan kesehatan tentang bahaya seks bebas dan HIV/AIDS dari BKKBN Jayapura dan bahaya penyalahgunaan Narkoba dari BNN Papua kepada para murid sekolah menengah atas,” ujarnya.
Dijelaskannya, bahwa Bahkti Kesehatan ini dilakukan para dokter spesialis dan paramedis, serta personel pendukung dari TNI AL, TNI AD, RSUD Jayapura dan RSUD Abepura. Dokter spesialis bedah ada tiga orang, lanjut Gatoto, spesialis bedah syaraf satu orang, spesialis anastesi dua orang, spesialis THT satu orang, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dua orang. “Ada juga spesialis mata dua orang dan dokter gigi lima orang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Bhakti Kesehatan ini akan berlangsung hingga tanggal 9 Mei mendatang, dengan harapan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Papua dari aspek preventif atau pencegahan penyakit. “Juga dari aspek kuratif atau pengobatan penyakit,” ujarnya.
————————————————-
Rabu, 6 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
————————————————-
Lihat juga...