| Ketua KPU Papua, Adam Arisoy |
CENDANANEWS (Jayapura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua mewaspadai tiga kabupaten yang dianggap rawan kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Keerom, Supiori dan Yahukimo.
Ketua KPU Papua, Adam Arisoy menjelaskan, alasan tiga kabupaten ini diwaspadai soal kerawanannya, antara lain di Kabupaten Keerom yang merupakan daerah di perbatasan Papua dan Papua New Guinea (PNG). Diduga rawan mobilisasi massa.
“Untuk Kabupaten Supiori yang di waspadai adalah pelaksanaan Pilkada saat warga yang menetap di pulau terluar melakukan pemilihan, sementara untuk Yahukimo karena daerah itu memang sudah termasuk daerah rawan,” kata Arisoy di Kota Jayapura, Sabtu (30/05/2015).
Pihaknya juga optimis bahwa sistem noken yang biasa digunakan dalam Pilkada di wilayah pegunungan tengah Papua dan menjadi salah satu pemicu kerawanan, lambat laun akan berkurang. Salah satunya beberapa kabupaten yang biasa melakukan pemilihan dengan cara sistem noken, diharapkan dalam pilkada serentak tahun ini akan berkurang.
| Divisi Logistik KPU RI, Arief Budiman |
“Kabupaten Yahukimo dan Pegunungan Bintang sudah mulai bergeser dalam penggunaan sistem noken. Hanya tinggal beberapa distriknya saja yang menggunakannya. Kami berharap, kabupaten lain dapat mengikutinya dan diharapkan pada Pilkada Gubernur mendatang, penggunaan sistem noken sudah tak ada lagi di Papua dan mengacu pada aturan baku KPU yang ada,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Komisioner KPU RI divisi logistik, Arif Budiman mengaku 11 kabupaten di Papua siap untuk melaksanakan Pilkada serentak tahun ini. Saat ini, lanjutnya, tahapan yang sedang dilakukan adalah proses penerimaan calon kepala daerah dari perseorangan, serta tahapan pemilihan petugas penyelenggara tingkat distrik dan kampung (PPD dan PPS).
“Sejumlah pembiayaan pilkada serentak juga dibiayai oleh negara diantaranya biaya alat peraga baliho, spanduk, kemudian materi kampanye dalam bentuk leaflet, poster. Begitu pun denga iklan di media massa. Namun didalam pilkada serentak, tidak ada lagi pilkada dua putaran,” kata Arif.
——————————————————-
Sabtu, 30 Mei 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Fotografer : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-