Isi Libur Sekolah, Anak Petani di Lamsel Bantu Bekerja Sambil Bermain
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Liburan sekolah menjadi masa yang menyenangkan bagi anak-anak di Lampung Selatan. Watu liburan di tengah pandemi oini tak menghalangi mereka membantu orang tua melakukan panen buah di kebun, dan tentu saja sambil bermain di alam lepas.
Sumardi, warga Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, menyebut jika mengajak anak-anak ke kebun menjadi hal biasa bagi petani. Anak-anak bisa membantu sejumlah pekerjaan orang tua di kebun.
“Saat musim koret atau membersihkan gulma rumput, pekerjaan lebih cepat selesai. Pekerjaan menyadap getah karet yang dilakukan juga bisa dibantu dengan mengumpulkan getah ke lokasi pengepulan. Saat musim petai, jengkol dan duku, proses panen juga dilakukan sebagai kegiatan rekreatif menyenangkan bagi anak-anak,” kata Sumardi, saat ditemui Cendana News, Minggu (27/6/2021).

Menurut Sumardi, sembari membantu orang tua, anak-anak tetap bisa bermain mengisi waktu libur. Aktivitas mencari telur burung puyuh, mencari belalang dan tupai bisa dilakukan. Usai bermain, lokasi kebun yang berada dekat sungai menjadi tempat mandi menyenangkan. Keseruan tersebut dilakukan dengan tetap mendapat pengawasan orang tua.
“Saat panen duku, anak-anak bisa mengumpulkan buah yang rontok saat orang tua melakukan pemanenan memakai alat perontok dan memanjat, kegiatan mengumpulkan buah menjadi hal menyenangkan sekaligus mendapat upah untuk jajan,” terang Sumardi.
Sumardi mengatakan, lokasi kebun yang memiliki gubuk dan alat memasak juga bisa dipergunakan anak-anak. Kegiatan mencari kepah atau kerang di sungai menjadi aktivitas menyenangkan dilanjutkan dengan memasak. Meski hanya memakai bumbu garam, cabai dan kemangi, menikmati kerang sungai menjadi hal menyenangkan bagi anak.
Nurbaiti, salah satu orang tua, juga menyebut pergi ke kebun mengajak anak sekaligus menjadi kegiatan rekreatif. Sebelum berangkat ke kebun, sehari sebelumnya ia akan memberitahukan pada anaknya dan sejumlah anak tetangga. Ia juga telah menyediakan bekal makanan berupa nasi, sejumlah lauk berupa daging ayam, ikan asin dan sambal. Makan bersama usai melakukan pekerjaan memungut buah pinang dan duku.
“Saat kegiatan wiwitan atau mulai awal panen di kebun, kami membawa bekal makanan untuk syukuran dengan berdoa, lalu membersihkan area kebun,” katanya.
Wiwitan yang menjadi tradisi petani persis seperti wiwitan di sawah. Pada kegiatan wiwitan di kebun, dilakukan menjelang panen duku, pala dan pinang. Kegiatan awal dengan membakar dedaunan di sejumlah sudut kebun. Sebelumnya, membakar kemenyan dan obat nyamuk dilakukan untuk mengusir nyamuk kebun. Tahap selanjutnya membersihkan area di bawah pohon agar mudah saat panen buah.
Menurutnya, usai membantu orang tua, anak-anak bisa makan bersama. Kegiatan di kebun yang jauh dari keramaian, sekaligus menjadi kesempatan untuk melepas penat. Sebab, selama masa pandemi Covid-19, anak-anak mengikuti kegiatan belajar dalam jaringan (daring) selama sekolah. Melakukan kegiatan panen buah di kebun, juga membuat anak memahami pekerjaan orang tua.
“Anak-anak bisa melakukan pekerjaan ringan untuk membantu orang tua menyelesaikan panen hasil kebun,” ulasnya.
Hasan, salah satu anak yang duduk di bangku SD, mengaku libur sejak sepekan lalu, dan membantu orang tua di kebun menjadi hal menyenangkan. Saat musim buah duku, pala dan durian, menunggu kebun kerap dilakukan olehnya. Usai membantu orang tua, ia bisa bermain di sungai sembari mencari kerang.
“Lokasi kebun di tepi sungai yang jernih sekaligus menjadi kesempatan untuk mandi dan bermain air,” ulasnya.
Selain pada kawasan perbukitan, kegiatan liburan sekolah dilakukan oleh anak di pesisir pantai. Irawan, salah satu anak di dermaga Rangai Tri Tunggal, menyebut, pada kondisi normal ia bisa menjadi alang-alang, yakni kegiatan membantu nelayan mengangkat ikan dengan upah ikan. Saat nelayan tidak melaut, ia mengisi kegiatan dengan memancing.
Teknik memancing dengan senar tanpa joran menjadi cara Irawan mendapatkan ikan kerapu. Memancing pada area dermaga menjadi kegiatan menyenangkan.
“Saat sore, anak-anak akan memanfaatkan waktu dengan bermain bola di sekitar dermaga. Kegiatan membantu orang tua membuat ikan asin. juga bisa dilakukan olehnya sembari bermain,” pungkasnya.