Petani Rumput Laut Lamsel Kembali Bergeliat
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG, Cendana News — Petani rumput laut di pantai Timur Lampung Selatan kembali bergeliat setelah sempat terkendala cuaca, hama dan sejumlah faktor.
Rendy Antoni, salah satu pembudidaya menyebut prospek budidaya rumput laut mulai bergairah di perairan Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.
Ia membudidayakan Eucheuma cottonii dengan varietas merah, hijau dan kujar serta jenis Eucheuma spinosum. Proses budidaya dilakukan dengan penyiapan jalur dari tali tambang. Bibit disiapkan sebanyak 2 ton untuk aplikasi sebanyak 300 jalur penanaman.
“Bibit rumput laut yang saya tanam sudah berasal dari petani di Lampung Selatan yang telah menanam terlebih dahulu karena saya melihat prospeknya bagus,” terang Rendy Antoni saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (30/1/2023).
Harga bibit rumput laut catoni mencapai Rp4.000 perkilogram. Jenis rumput laut spinosum Rp1.000 perkilogram.
Rumput laut jenis catoni sebut Rendy Antoni sudah memasuki pekan pertama. Sesuai target, sudah bisa dipanen saat usia sebulan jika tidak ada gangguan.
“Cuaca angin kencang berpengaruh pada gelombang laut bisa merusak jalur, hama berupa ikan yang memakan rumput laut,” ulasnya.
Rendy memperhitungkan dengan budidaya sebanyak 300 jalur bisa dipanen minimal 10,5 ton. Harga rumput laut kering jenis catoni diakuinya mencapai Rp28.000 per kilogram. Jenis spinosum kering berkisar Rp7.000 per kilogram.
“Harga bervariasi sesuai permintaan pasar untuk kebutuhan bahan baku kosmetik, makanan,” tegasnya.
Ketersediaan bibit, selain diperoleh dari membeli, sebagian dari hasil panen. Saat panen dilakukan pemilahan bibit yang akan ditanam untuk masa tanam berikutnya. I
“Bibit yang diperoleh dari proses budidaya sendiri bisa juga dijual ke petani lain di wilayah pesisir Lampung Selatan,” ulasnya.
Budidaya rumput laut sebut Rendy Antoni ikut menopang perekonomian warga pesisir pantai. Sejak masa tanam hingga masa panen menyerap puluhan tenaga kerja. Usai masa panen, proses pengeringan hingga penjualan tetap membutuhkan sejumlah pekerja.
Herlis Pita Sari, salah satu pekerja perempuan menyebutkan, ia bertugas mengikat bibit rumput laut dan panen.
“Lumayan jadi sumber penghasilan, minimal untuk uang belanja dapur, daripada tidak ada kegiatan di rumah,” cetusnya.
Selain Herlis Pita Sari, sejumlah pekerja terlihat membantu proses penyiapan bibit. Usai bibit disiapkan dengan pengikatan, proses penyiapan jalur dilakukan sejumlah pekerja pria. Memanfaatkan perahu bibit yang telah diikat rumput laut dibentangkan dengan patok yang telah disiapkan.
Sebagian pembudidaya rumput laut di wilayah Ketapang diantaranya telah memiliki sertifikasi. Sertifikasi profesi pembudidaya rumput laut telah diuji oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada bulan Mei 2021 silam. Meski budidaya rumput laut masih dilakukan tradisional, mutu sistem budidaya, perawatan hingga pasca panen telah dilakukan sesuai standar.