Angin Kencang di perairan Lampung sebabkan pasokan ikan berkurang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG, Cendana News – Angin kencang yang terjadi di perairan Lampung menyebabkan jumlah tangkapan nelayan berkurang. Hal tersebut ikut mempengaruhi harga di pasaran.

Salah seorang nelayan di Teluk Lampung, Suwito saat di tempat pendaratan ikan (TPI) Gudang Lelang, Bandar Lampung menyebutkan, hanya kapal nelayan berukuran besar berani melaut, sementara kapal ukuran kecil memilih bersandar di dermaga.

Suwito yang memiliki kapal jenis bagan congkel menyebutkan, minimnya hasil tangkapan berimbas harga melonjak. Sejumlah pemasok ikan laut bahkan memilih membeli ikan hasil tangkapan nelayan asal Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

“Kondisi cuaca perairan Lampung menghadap ke Samudera Hindia sedang tidak bersahabat, hasil tangkapan ikan minim, sementara biaya operasional tidak tertutupi,” ungkap Suwito saat ditemui Cendana News, Senin (19/12/2022).

Suwito bilang jenis ikan yang diperoleh sebagian berasal dari perairan dalam, karena di perairan dangkal sulit diperoleh karena gelombang tinggi.

Sejumlah ikan perairan dalam yang bisa diperoleh  jenis simba, tenggiri, tongkol.

“Kenaikan merata pada semua jenis ikan laut karena tangkapan terbatas sementara permintaan tinggi,”ujarnya.

Minimnya pasokan ikan laut diakui pedagang di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung Selatan. Hartinah, membeli ikan dari distributor normalnya 300 kilogram per hari. Sejak pasokan ikan berkurang ia hanya bisa menyediakan 150 kilogram per hari.

“Saya stok ikan jenis kembung sate, selar, cumi, kurisi, sisanya tidak kebagian karena tidak ada pasokan,”ulasnya.

Hartinah menyebut kenaikan ikan laut bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000. Jenis ikan kurisi semula dijual Rp35.000 naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Hal yang sama terjadi pada jenis ikan selar, tongkol, tanjan, kembung rata rata naik Rp5.000 per kilogram.

Sejumlah nelayan di Teluk Lampung melakukan penangkapan ikan dengan jaring tepian, imbas angin kencang, Senin (19/12/2022). Foto: Henk Widi

Permintaan ikan laut terbagi untuk konsumsi langsung dan bahan baku ikan giling. Ia menyebut pada level distributor ikan sebagian digunakan untuk bahan baku pempek, bakso ikan, nuget dan tekwan. Ikan segar lainnya dijual untuk kuliner dan persiapan tahun baru.

“Banyak bos ikan memilih menyimpan jenis ikan tongkol, tengkek, selar untuk pasokan malam pergantian tahun,”ulasnya.

Mardiana, pedagang ikan giling di pasar Kangkung, Teluk Betung Selatan mengaku permintaan meningkat, namun stok ikan segar untuk bahan baku berkurang. Kenaikan ikan giling per kilogram mencapai Rp10.000 imbas pasokan ikan minim dampak cuaca angin kencang.

Permintaan meningkat untuk kebutuhan pembuatan kerupuk, pempek, bakso dan tekwan. Hari raya Natal dan kebutuhan liburan untuk oleh-oleh sebutnya mendongkrak permintaan. Ikan giling siap olah dijual mulai Rp45.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Lihat juga...