Terdampak Corona, Pembudidaya Ikan Hias di Bantul Kehilangan Omset
Editor: Mahadeva
YOGYAKARTA – Bulan puasa tahun ini menjadi momentum kurang menggembirakan bagi pembudidaya ikan hias di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Omset penjualan ikan yang biasanya melonjak tiga kali lipat hingga masa libur lebaran, tidak bisa dirasakan karena tergerus wabah virus Corona atau Covid-19.
Meski begitu, pembudidaya ikan hias di Bantul masih bersyukur. Mereka masih bisa mendapat pemasukan, meski tak seramai biasanya. Sebagaimana pelaku usaha lain, pembudidaya ikan hias di Bantuk memang terdampak ekonomi Virus Corona.

Kondisi pandemi membuat aktivitas di pasar ikan hias menurun drastis, hingga mempengaruhi pendapatan atau omset para pembudidaya. “Saat awal munculnya Virus Corona, omset penjualan menurun hampir 30 sampai 60 persen. Meski belakangan ini mulai membaik, namun jika dibandingkan tahun lalu omset kita menurun drastis. Biasanya di momentum bulan puasa seperti sekarang ini omset kita per-bulan bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta, namun sekarang paling Rp30 juta sampai Rp50 juta saja,” ujar Ketua II Pokdakan Buana Mina, Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Stefanus Kriswanto, Senin (11/05/2020).
Memiliki lebih dari 20 anggota kelompok pembudidaya ikan hias dengan 600 kolam, Pokdakan Buana Mina rutin memasok berbagai jenis ikan hias ke berbagai daerah. Hasil budi daya ikan air tawar yang dimiliki koi, koki, manfish hingga guppy, dan cupang. Ikan tersebut disetor ke berbagai daerah, mulai dari Solo, Salatiga, Tulungagung, Semarang, Surabaya, Jabodetabek, hingga Jambi, Pontianak, dan Makasar.
Selain karena pasar atau peminat ikan hias yang turun akibat wabah Virus Corona, adanya pembatasan wilayah yang diterapkan pemerintah, membuat distribusi ikan ke luar kota terhambat. Akibatnya para pembudidaya ikan hias hanya lebih banyak melayani pedagang-pedagang lokal saja. “Kita hanya bisa menunggu, hingga Corona ini bisa segera berakhir. Selama itu, ya kita hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi,” pungkasnya.