Petani di Cilongok Mulai Budi Daya Terung Jepang
Editor: Koko Triarko
BANYUMAS – Untuk pertama kalinya, petani di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kabupaten Banyumas, mulai menanam 500 bibit terung jepang atau nashubi, sejak Sabtu sore dan dilanjutkan Minggu (1/3/2020) pagi.
Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto, mengatakan, bibit terung jepang didatangkan dari Kabupaten Brebes. Per pohon harganya Rp1.000. Sebelumnya sudah dilakukan berbagai persiapan untuk penanaman, seperti membuat guludan atau tumpukan tanah yang dibuat memanjang dengan tinggi sekitar 25-30 centimeter.
“Bibit terung datang dari Brebes hari Jumat sore dan keesokan harinya langsung kita lakukan penanaman bersama para petani. Karena lahan sudah kita siapkan jauh-jauh hari,” terangnya.
Lebih lanjut Tri Riyanto menjelaskan, untuk penanaman terung jepang ini, PH atau tingat keasaman tanah yang bagus antara 6-7 dan untuk lahan di dapur komunal sudah dilakukan pengukuran, PH tanahnya 6,5.

Dipilihnya budi daya terung jepang ini, menurut Tri Riyanto karena sudah mulai bisa dipanen saat masuk usia 3 bulan. Dengan budi daya yang intensif, tanaman ini bisa menghasilkan 1-2 kilogram terung per pohon. Usia tanaman juga cukup lama, sampai kurang-lebih satu tahun.
“Jika budi daya dilakukan dengan baik, usia tanaman bisa lebih panjang lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Riyan Hidayat, mengatakan dipilihnya terung jepang karena harganya jauh lebih baik dari terung biasa, selisihnya sampai dua kali lipat. Selain itu, untuk pemasaran juga sudah ada, yaitu melalui mitra di Kabupaten Brebes, hasil panen terung jepang ini akan diekspor.
“Terung Jepang ini berwarna ungu gelap dan mempunyai bentuk lebih besar, namun tidak memanjang. Jika harga terung biasa sekitar Rp20.000 per kilogram, harga terung jepang ini dua kali lipatnya,” jelasnya.
Salah satu petani yang ikut menanam terung jepang di dapur komunal, Sigit Siswoko, mengatakan untuk menjaga agar tanaman tumbuh tegak, batang tanaman dikaitkan dengan bambu dan hal tersebut dilakukan bersamaan dengan saat menanam.
“Setelah penanaman ini, selanjutnya tinggal menyiram tanaman sesuai dengan kebutuhan, karena sekarang sering turun hujan, serta dilakukan pemupukan,” kata Sigit.