Wisatawan Antusias Datangi Taman Bunga Merapi Garden Samiran

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Sejumlah wisatawan mengaku antusias dan menyambut positif dibukanya objek wisata baru Taman Bunga Merapi Garden, di Desa Mandiri Lestari, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Sebagai salah satu unit usaha Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera, Taman Bunga Merapi Garden dinilai mampu menarik minat wisatawan dan menjadi tempat wisata favorit di kawasan Selo. 

Jordan Oka, pengunjung dari Desa Simo, Boyolali, mengaku baru pertama kali mengunjungi tempat wisata ini. Datang bersama rekannya, ia mengaku mengetahui tempat wisata ini dari postingan foto di media sosial Instagram. Karena penasaran, ia pun menyempatkan diri mengunjungi lokasi ini yang berjarak cukup jauh dari rumahnya.

“Tempatnya bagus. Asyik buat foto-foto. Karena berlatar pemandangan gunung Merapi. Jadi, bagus sekali. Suasana juga enak, dingin dan sejuk. Selain itu tiketnya juga murah. Hanya lima ribu rupiah per orang. Untuk mencapai lokasi juga tidak sulit, karena tidak jauh dari jalan utama,” ungkapnya.

Jordan Oka, pengunjung Taman Bunga Merapi Garden dari Desa Simo, Boyolali, Jawa Tengah –Foto: Jatmika H Kusmargana

Sejak dibuka Agustus 2018, Taman Bunga Merapi Garden yang terletak di lereng gunung Merbabu ini memang langsung menjadi pilihan favorit wisatawan yang tengah berlibur di kawasa wisata Selo, Boyolali. Setiap akhir pekan maupun masa liburan, tempat wisata baru ini selalu diserbu pengunjung.

Manajer Usaha Taman Bunga Merapi Garden, mengatakan pada hari-hari biasa, pemasukan yang diperoleh pengelola bisa mencapai Rp18 juta per bulan. Namun pada momen liburan tertentu, pendapatan dari hasil penjualan tiket bisa melonjak signifikan, seiring membludaknya pengunjung.

“Pada masa libur tahun baru lalu, dalam sehari kita bisa dapat pemasukan hingga Rp6 juta, hanya dalam waktu satu hari. Begitu juga selama masa libur Lebaran kemarin. Selama beberapa hari, kita bisa dapat pemasukan mencapai Rp5 juta per hari. Jadi, selama 4 hari saja kita sudah kumpulan pemasukan hingga Rp20 juta,” ungkapnya.

Meski telah lama ditetapkan sebagai kawasan desa wisata, namun perkembangan sektor pariwisata di desa Selo, ini terbilang masih belum menggembirakan. Hal itu tak lepas karena potensi wisata di kawasan ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga masyarakatnya.

Beruntung sejak beberapa tahun terakhir, Yayasan Damandiri, ikut terlibat untuk berkontribusi mengembangkan sektor pariwisata di desa Samiran, melalui program Desa Mandiri Lestari.

Sejumlah pemberdayaan pun dilakukan. Mulai dari membangun Kampung Homestay Damandiri, mendirikan Warung Kafe Damandiri, hingga membuka objek wisata baru Taman Bunga Merapi Garden ini.

Lihat juga...