Pembudidaya Rumput Laut Lamsel Manfaatkan Peluang Jelang Ramadan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pembudidaya rumput laut jenis Spinosum di perairan Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) kembali bergairah. Prospek permintaan tinggi pada bulan puasa atau Ramadan membuat petani menambah jumlah jalur budidaya.
Salim, pembudidaya di perairan pantai Alami, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang menyebutkan, sebelumnya ia menanam rumput laut sebanyak 500 jalur dan mulai menambah 500 jalur lagi pada awal April.
Permintaan yang meningkat diakuinya berasal dari pengepul untuk dikirim ke pabrik. Pada kondisi normal bisa memasok sebanyak 1 ton rumput laut kering. Permintaan sebanyak 2 ton kan dipenuhi untuk kebutuhan bulan Ramadan. Kuota sebanyak 5 ton perbulan yang diminta oleh pengepul bisa dipenuhi dari puluhan pembudidaya rumput laut di kecamatan Ketapang.
Pembudidaya yang bertahan hingga kini disebut Salim ada di empat desa di antaranya Ruguk, Legundi, Tridahrmayoga serta Ketapang. Peningkatan kebutuhan saat bulan Ramadan berasal dari sektor industri serta kuliner.
Ia menyebut bubuk rumput laut kering sangat diperlukan untuk pembuatan jeli atau agar agar. Selain itu dalam kondisi segar bisa dimanfaatkan untuk campuran pembuatan minuman es buah.
“Para pemilik usaha kuliner kerap mendatangi lokasi budidaya untuk pembuatan minuman segar dalam jumlah banyak terutama pemilik usaha pembuatan takjil untuk berbuka puasa,”terang Salim kepada Cendana News, Senin (1/4/2019)
Seperti pada tahun sebelumnya, Salim menyebut harga cukup menjanjikan. Saat ini rumput laut spinosum masih bertengger pada angka Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram. Panen sebanyak 1 ton untuk sebanyak 500 jalur saja ia mengaku bisa memperoleh hasil kotor Rp7 juta. Hasil penjualan tersebut dipotong dengan biaya pembelian bibit, pemeliharaan jalur, upah tenaga kerja. Ia bisa mendapatkan hasil bersih sekitar Rp4juta sekali panen.
Prospek permintaan rumput laut yang tinggi juga dimanfaatkan oleh Rodi dan Yanti. Suami istri ini menyebutkan, peluang budidaya jelang Ramadan cukup menjanjikan. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, permintaan berasal dari pemilik usaha kuliner. Sebelum dijual ke pengepul besar ia bahkan sudah bisa memanen pada usia sekitar 20 hari.
“Jalur khusus yang saya tanam khusus untuk memenuhi kebutuhan usaha kuliner. Saat bulan Ramadan ada peluang permintaan yang tinggi,”beber Rodi.
Permintaan untuk kuliner meski hanya berkisar 100 kilogram untuk satu pemilik usaha namun menguntungkan. Dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram saja ia mengaku bisa mendapatkan hasil Rp500ribu. Rumput laut tersebut selanjutnya direndam untuk menghilangkan kadar garam selanjutnya diberi pewarna khusus sebelum dijual ke pembuat minuman segar.

“Tambahan jalur penanaman karena sesuai prediksi permintaan akan meningkat, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan bibit,”papar Nakim.
Nakim mengungkapkan bergairahnya sektor budidaya rumput laut didukung oleh kondisi perairan yang bersih. Usai tsunami pada Desember 2018 silam lokasi budidaya menjadi lebih bersih. Kondisi tersebut ikut menjaga kualitas rumput laut yang dihasilkan.