Petani di Lampung Terapkan Polikultur Untuk Maksimalkan Hasil
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG, Cendana News – Petani di Lampung menerapkan sistem pertanian polikultur sebagai solusi keterbatasan lahan.
Berbagai jenis komoditas pun ditanam oleh petani di Lampung dengan sistem polikultur tersebut, untuk memaksimalkan hasil.
Kodrat Sumardi, petani di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengaku dengan sistem polikultur itu dia menanam jenis tanaman berumur pendek.
Jenis tanaman berumur pendek itu antara lain kacang tanah, cabai rawit, jagung, pisang dan sayuran.
Sementara itu di lahan pekarangannya dia menanam komoditas tanaman menahun berupa kayu keras produktif.
Dia mengatakan, sudah sejak puluhan tahun ini menerapkan sistem pertanian polikultur.
“Sistem polikultur ini untuk memanfaatkan lahan yang terbatas, dengan menanam beragam jenis tanaman produktif,” terang Kodrat Sumardi, Senin (29/8/2022).
Kodrat menjelaskan, semula dia menerapkan pola polikultur dengan bibit generatif melalui biji.
Jenis tanaman tersebut meliputi petai, durian, alpukat, kelapa genjah, kakao hingga jengkol.
Menurutnya, kemajuan di bidang pertanian saat ini juga memberinya kemudahan dalam memilih bibit tanaman berkualitas dan cepat berbuah.
Dia mengaku mendapatkan berbagai bibit tanaman berkualitas dari tempat pembibitan bersertifikat di Lampung Timur, dengan sistem cangkok, sambung pucuk, okulasi.
Kodrat mengaku melakukan peremajaan tanaman ssecara bertahap. Jenis tanaman durian, petai dan tanaman kayu keras lain yang sudah tidak produktif ganti dengan tanaman baru.
“Bibit tanaman baru bisa berbuah setelah tiga tahun, sehingga hasil lebih cepat,”bebernya.
Sementara untuk komoditas kelapa dia menggunakan kelapa genjah.
Denga cara itu, dia mengaku bisa panen secara berkelanjutan.
Setiap pekan dia bisa memanen kakao, kelapa, cabai dan beragam tanaman bumbu.
“Di sela-sela tanaman kayu keras bisa ditanam jahe, lengkuas, kencur hingga pisang, hasilnya membantu ekonomi keluarga,” ulasnya.
Sementara untuk komoditas jagung, bisa panen setelah setiap empat bulan. Ia menanam jenis jagung manis yang bisa panen selama dua bulan.
Dia mengatakan, memaksimalkan lahan dengan pertanian polikultur sekaligus memberi dampak ekonomi.
“Hasil ratusan ribu rupiah setiap pekan bisa diperoleh dari menjual tanaman bumbu jenis cabai, jahe, kunyit dan lengkuas,” katanya.