Mekarsari Edukasi Siswa Tanam Pohon
Editor: Koko Triarko
BOGOR – Mengenalkan tanaman kepada para siswa sejak dini, sudah menjadi agenda rutin di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Jawa Barat. Selain menjadi tahu cara menanam, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa cinta akan tanaman pada anak.
“Pertama, kita menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk media tanam. Kita menunjukkan kepada anak-anak ini, bagaimana bentuk pupuk kandang, kompos dan arang sekam. Kita memberikan contoh, bagaimana komposisi untuk media tanam yang standar,” kata Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Deden Danuri, di area Nursery Taman Buah Mekarsari, Rabu (20/3/2019).

Langkah selanjutnya adalah meminta anak-anak untuk memulai menanam. Staf Taman Buah Mekarsari sudah memberikan pot dan komposisi media tanam di depan anak-anak.
“Jadi, anak-anak hanya tinggal memasukkan media tanam dalam pot, kemudian memasukkan tanaman yang sudah disediakan dalam polybag. Lalu, memenuhi pot dengan media tanam hingga penuh,” ujar Deden.
Pemilihan tanaman untuk edukasi, yaitu tanaman yang mudah tumbuh dan perawatannya tidak sulit. Tanaman yang hari ini dijadikan bahan edukasi oleh staf Taman Buah Mekarsari, adalah Jambu Biji, Jeruk dan Sirsak.
“Pemilihan tanaman ini standar dari Taman Buah Mekarsari. Tapi, pengunjung juga boleh memilih jenis tanaman saat pertama kali memesan paket di tim Sales. Dan, kita akan memilihkan yang gampang tumbuh. Misalnya, Jambu Biji ini kan tidak membutuhkan perawatan khusus. Dibiarkan juga bisa tumbuh dan berbuah. Jadi, anaknya juga akan senang saat melihat tanaman yang dia bawa tumbuh dan berbuah,” papar Deden.
Menurut Deden, bibit tanaman memang selalu disiapkan di Nursery. Sehingga setiap pengunjung yang meminta edukasi tanaman, pihak Taman Buah Mekarsari selalu siap, dan tanaman yang dijadikan bahan edukasi adalah tanaman yang sudah berumur enam bulan hingga satu tahun.
“Kita juga menyesuaikan dengan tingkat sekolahnya. Misalnya, untuk playgroup hingga kelas 3 SD, kita siapkan edukasi menanam. Kalau untuk kelas empat hingga enam SD dan SMP, kita menawarkan perbanyakan tanaman, seperti cangkok dan sambung pucuk. Kalau untuk SMP dan SMA, kita biasanya menawarkan untuk edukasi kultur jaringan,” ujar Deden.
Walaupun pada akhirnya pemilihan edukasi tetap ditentukan oleh pihak pengunjung, seperti pihak SMP yang ingin mendapatkan edukasi penanaman, juga tetap bisa.
“Kita bahkan pernah menerima pengunjung dari anak-anak difabel. Jadi, memang menjadi tugas staf Taman Buah Mekarsari untuk menciptakan suatu kondisi edukasi yang sesuai untuk masing-masing pengunjung,” ucap Deden.
Para siswa yang berasal dari SD Dharma Karya Pamulang Tangerang Selatan terlihat antusias saat Staf Agro Taman Buah Mekarsari menjelaskan berapa banyak takaran yang harus dimasukkan ke dalam media tanam.
Salah seorang siswi kelas 3, Salma, mengaku menanam itu tidak susah. Dirinya juga tidak takut kalau ada cacing di tanah.
“Gak susah. Cuma tinggal masukin tanah terus masukin tanaman, lalu dipenuhin,” ujarnya, di sela-sela kegiatan menanam.
Salah satu guru kelas SD Dharma Karya, Agus., menyampaikan, bahwa kegiatan berkunjung ke Taman Buah Mekarsari ini memang agenda rutin setiap tahun khusus anak kelas 3.
“Kami menyiapkan program kunjungan setahun sekali. Untuk anak kelas 1 ada kunjungan ke tempat lain, begitu pula kelas 2. Untuk kelas 3 itu, setiap tahun kunjungannya dilakukan ke Taman Buah Mekarsari. Kegiatan ini baik untuk anak-anak, karena mereka akan belajar untuk menanam dan mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tanaman tumbuh dengan baik,” kata Agus.
Untuk edukasi penanaman melon, Marcom Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, menyatakan pengunjung dapat datang ke Taman Buah Mekarsari saat acara Festival Melonial.
“Saat acara Festival Melonial pada 6-14 April nanti, akan ada acara khusus untuk edukasi penanaman Melon. Kita ingin menyampaikan, bahwa menanam Melon itu mudah, asal tahu caranya,” ujar Firman.