MTs Baitul Muslim Tergenang Banjir, Siswa Diliburkan
Editor: Mahadeva
BANYUMAS – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baitul Muslim yang berada di Jalan Raya Banyumas, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas tergenang banjir. Siswa diliburkan, karena akses masuk ke sekolah tergenang air cukup tinggi.
Siswa yang sudah datang ke sekolah, hanya melihat banjir yang menggenangi sekolah. Ketinggian air di halaman sekolah mencapai 50 sentimeter. Banjir tersebut imbas dari hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas sejak Kamis (7/2/2019) malam hingga Jumat (8/2/2019) siang.

Kepala MTs Baitul Muslim, Wasis Fahrudin, mengatakan, sekolah sudah mengantisipasi banjir, dengan membuat pondasi bangunan ruang kelas lebih tinggi. Namun, jalan masuk ke sekolah terendam banjir, sehingga siswa tetap kesulitan untuk masuk kelas. ʺBanjir ini sudah diantisipasi, sehingga air tidak sampai masuk ruang kelas, namun akses jalan masuk ke kelas terendam sampai 50 sentimeter, sehingga terpaksa para siswa kita liburkan,ʺ kata Wasis, Jumat (8/2/2019).
Siswa yang diliburkan yaitu dari kelas tujuh dan kelas delapan. Sedangkan siswa kelas sembilan Jumat ini dijadwalkan mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Simulasi dilakukan di SMA Politeknik Banyumas, sehingga siswa langsung berangkat ke lokasi simulasi.
Banjir menggenangi area sekolah, sebagai akibat meluapnya Sungai Bener, yang berada di samping sekolah. Intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan air sungai meluap sampai ke jalanan, sekolah serta rumah warga. ʺDaerah sini juga termasuk dataran rendah, sehingga rawan banjir. Namun, banjir sampai berjam-jam seperti ini baru terjadi sekarang, biasanya air hanya tergenang sekitar satu hingga dua jam saja,ʺ terangnya.
Banjir yang terjadi sejak pagi hari, hingga usai Sholat Jumat masih belum surut. Air sungai terhambat sampah di jembatan yang berada dekat dengan sekolah. Hal itu membuat proses surutnya genangan air menjadi lambat. Selain itu, sungai tersebut juga mengalami pendangkalan. ʺKondisi sungai di dekat sekolah sudah tidak sehat sebenarnya, sudah terjadi pendangkalan dan banyak sampah, sehingga memicu banjir. Pihak desa sudah berupaya untuk memasang bronjong di sekitar sungai, tetapi tidak mampu menahan luapan air,ʺ pungkas Wasis.