Pepadi: TMII Wajib Dilestarikan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Kondang Sutrisno menegaskan, pelestarian seni budaya bangsa sangat bermanfaat bagi keutuhan bangsa dan negara.

“TMII atas prakarsa Ibu Tien Soeharto menjadi wahana untuk pelestarian budaya bangsa dan edukasi pengenalan budaya tradisional atau nusantara,” katanya kepada Cendana News, di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Hadirnya TMII, menurutnya, masyarakat bisa mengenal adat istiadat dan budaya setiap provinsi. Di setiap anjungan daerah juga digelar seni budaya masing-masing. Bahkan segala macam pernik kerajinan juga disajikan lengkap.

“Kita ingin mengenal budaya Yogyakarta atau Papua, cukup datang ke TMII saja. Program budaya daerah sangat bagus,” ungkap Kondang.

Seperti anjungan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, setiap minggunya selalu menggelar budaya dengan keunikan daerahnya. Begitu pula dengan anjungan lainnya.

Namun demikian, Kondang mengatakan, dengan pemekaran menjadi 34 provinsi, maka harus ada penambahan anjungan yang maksimal, sehingga lebih leluasa dalam pergelaran budaya daerahnya. Semisal, provinsi Kalimantan dimekarkan menjadi Selatan, Timur, Utara, dan Barat.

Ia menegaskan lagi, bahwa budaya bangsa sudah dilestarikan melalui miniatur TMII oleh Ibu Tien Soeharto. Kini diharapkan pemerintah lebih peduli.

“TMII peninggalan Pak Harto dan Ibu Tien. Kita harus berpikir secara kebangsaan, semua rakyat bisa datang ke TMII mengenal budaya nusantara. TMII ini wajib dilestarikan, pemerintah harus lebih peduli,” paparnya.

Teriring doa, Kondang pun berharap dengan HUT ke-43, TMII semakin berinovasi dalam tampilan program-program budaya bangsa. Tentu kata dia, inovasi itu tanpa meninggalkan budaya leluhur pendahulu bangsa.

“Kita harus tetap memuliakan budaya, dan TMII adalah wahana pelestarian budaya dan juga edukasi meneruskan adat istiadat,” pungkas Kondang.

Lihat juga...