KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa mandiri. Hal tersebut dibutuhkan dalam menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Kepala Dinas Perindag Sultra Sitti Saleha mengatakan, era MEA saat ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. “Jangan kita jadikan MEA ini sebagai kendala dalam mengembangkan usaha, tetapi harus menjadi tantangan untuk bisa melahirkan UMKM yang mandiri,” katanya, Jumat (27/10/2017).
Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pelaku UMKM agar mampu mengelola usaha dengan manajemen standar. Setelah memiliki kemampuan manajemen pengelolaan usaha, kata Saleha lagi, maka dilanjutkan dengan memfasilitasi untuk mendapatkan kredit usaha rakyat.
Aksesibilitas modal melalui perbankan melalui lembaga yang diberi tugas menyalurkan dana bantuan permodalan tersebut. “Setelah dana stimulan sudah dimiliki, tinggal mengarahkan mereka mengembangkan usaha yang diminati pasar dengan memperhatikan kualitas produk. Selanjutnya dinggal dilakukan evaluasi,” katanya.
Semua itu, menurut Saleha, dilakukan supaya usaha mikro kecil dan menengah di daerah ini semuanya menjadi mandiri dan bersaing di pasar MEA. Usaha kecil dan menengah sangat potensial dalam mendukung perekonomian daerah.
Untuk pemasaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di daerah itu berbasis dalam jaringan (daring) atau secara online. Di era digital saat ini maka tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemasaran konvensional.
“Untuk memasarkan produk saat ini tidak harus keliling provinsi atau daerah, cukup di rumah saja maka sudah bisa melempar produk ke pasaran luas melalui internet,” kata Sitti Saleha.
Menurut Saleha, untuk memasuki jaringan pemasaran online yang harus diperhatikan dari pelaku UMKM adalah kualitas dan daya saing produk. Hal yang harus diperhatikan lagi adalah kesinambungan produksi harus selalu tersedia untuk pasar.
Saleha optimistis ketika produk yang dilepas ke pasar jaringan online dan mendapat tanggapan positif, maka saat itu akan banjir orderan dari konsumen yang tersebar di seluruh nusantara. “Karena itu, kami saat ini fokus juga memberikan pelatikan kepada pelaku usaha terkait pengembangan dan pengelolaan UMKM berbasis online,” kata dia. (Ant)