Ciptakan Lingkungan Sehat, Sekolah Gelar Sapu Bersih Sampah Setiap Jumat

LAMPUNG – Berbagai sekolah di Kabupaten Lampung Selatan aktif melakukan kegiatan senam kesegaran jasmani (SKJ) dengan berbagai varian gerakan di antaranya senam seribu, senam pramuka, senam ceria, dipadukan dengan tarian tradisional tari bedana.

Seusai melakukan kegiatan senam kesegaran jasmani tersebut para siswa juga masih melakukan aktivitas Jumat bersih dengan yaitu membersihkan lingkungan sekolah di antaranya dengan pembersihan sampah plastik serta pemeliharaan taman di lingkungan sekolah.

Rohman, guru kelas di SDN 1 Pasuruan mengungkapkan, kegiatan Jumat bersih merupakan aktivitas rutin sekolah yang masih dijalankan dengan tujuan membersihkan area sekolah melibatkan para guru dan siswa. Sebagai satu sekolah yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok, Rohman mengungkapkan, kebersihan dan kesehatan sangat ditekankan di sekolah tersebut dengan menyiapkan kotak kotak sampah memanfaatkan bahan bekas di antaranya ember cat tak terpakai dan menyediakan tempat cuci tangan bagi siswa berikut sabun serta lap kain.

“Kita sudah melakukan kegiatan Jumat bersih secara rutin ditambah dengan kegiatan penyuluhan oleh Puskesmas Penengahan terkait pola hidup bersih dan sehat sebagai aktivitas setiap hari di sekolah dan di rumah bagi para siswa,” terang Rohman saat ditemui Cendana News saat tengah melakukan pengawasan siswa-siswanya membersihkan halaman sekolah dari berbagai sampah umumnya berupa daun-daun kering, Jumat (18/8/2017).

Selain telah menerapkan pola hidup bersih dan sehat, Rohman mengungkapkan untuk menjaga lingkungan sekolah yang bersih, nyaman dan sehat, pihak sekolah juga mengajak para siswa melakukan penanaman berbagai jenis tanaman bunga dan buah. Berbagai tanaman bunga yang dipelihara oleh para siswa sengaja ditanam di dalam pot khusus terbuat dari barang bekas di antaranya botol bekas air mineral serta sebagian dari kaleng bekas. Penanaman bunga di taman untuk menambah keindahan dan kenyamanan bahkan ditambah dengan penanaman pohon pucuk merah, pohon jeruk, pohon mangga, pohon sirsak dan ketapang sebagai tanaman peneduh.

“Karena banyaknya pohon di halaman sekolah setiap hari dominan sampah-sampah dedaunan yang rontok dan proses pembersihan dilakukan dengan sistem piket,” terang Rohman.

Sampah terkumpul langsung dibuang oleh siswa ke tempat pembuangan sampah. [Foto: Henk Widi]
Serupa dengan siswa SDN 1 Pasuruan yang rutin melakukan aktivitas olahraga senam kesegaran jasmani setiap hari Jumat, Kepala Sekolah SDN 1 Klaten, Slamet, bahkan ikut terjun langsung mengarahkan siswanya untuk membersihkan area sekolah sebagai kegiatan rutin Jumat bersih.

Seusai melakukan senam kesegaran jasmani dengan waktu tersisa sebelum jam pelajaran di kelas, Slamet kerap melakukan gerakan yang disebut “sapu bersih sampah” di halaman sekolah dan membuangnya ke tempat sampah. Slamet menyebut cara-cara unik dilakukan untuk mengajak para siswa membersihkan sampah. Salah satunya dalam momen ulang tahun kemerdekaan RI ke-72 dimana para siswa mengisi kemerdekaan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Momen kemerdekaan mengingat perjuangan para pahlawan melawan penjajah, kita asumsikan sampah adalah musuh dan harus dibersihkan karena bisa mengakibatkan penyakit sekaligus jadi musuh para siswa,” terang Slamet.

Selain mengajak siswa membersihkan halaman sekolah secara gotong royong rutin seusai SKJ, Slamet juga rutin mendatangi beberapa kantin sekolah yang berjualan makanan dan minuman ringan bagi para siswa. Imbauan untuk menyediakan jajanan yang selalu tertutup dan sehat selalu diberikan bagi penjual jajanan sehat untuk menghindari siswa sakit akibat jajanan sekolah.

“Kita juga selalu mengimbau kantin menyediakan lap bersih dan air cuci tangan serta pembuatan jajanan tidak menggunakan zat pewarna berbahaya,” terang Slamet.

Seorang pemilik kantin, Suci, menyebut dengan perhatian dari pihak sekolah ia pun selalu menyediakan makanan yang sehat. Bahkan menyediakan jajanan tradisional yang disukai anak-anak seperti nasi uduk dan pisang goreng yang dijual dalam wadah tertutup.

Rohman, guru kelas SDN 1 Pasuruan mengajak siswa merawat bunga di depan kelas siswa. [Foto: Henk Widi]

 

 

 

Lihat juga...