Warga Lamsel Optimalkan Pemanfaatan Sejumlah Daun untuk Obat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Saat kondisi anak demam imbas kelelahan bermain, perubahan cuaca, obat tradisional bisa dimanfaatkan.
Suharso, warga Palas, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut memanfaatkan sejumlah daun salah satunya daun dadap serep. Dadap serep atau Erythrina orientalis digunakan untuk pereda panas pada anak. Bagi orang dewasa daun dadap dipakai untuk pereda perut mulas, kembung.

Suharso menyebut, teknik tradisional pemakaian daun dadap cukup sederhana. Pemakaian daun dadap kerap dilakukan dengan sistem kompres pada kening, perut anak.
Daun dadap serep sebutnya setelah dibersihkan lalu diolesi minyak goreng, irisan bawang merah. Setelah itu daun dadap serep ditempelkan pada kening, perut anak. Kompres tradisional direkomendasikan bagi keluarga untuk penurun panas pada anak.
Cara lain sebut Suharso dengan proses menumbuk. Daun dadap serep yang dibersihkan bisa ditumbuk bersama dengan daun jinten, bawang merah, minyak kelapa.
Obat tradisional sebutnya bisa dimanfaatkan sebagai penanganan pertama. Terlebih sebagian orangtua memilih menunda pergi berobat ke pusat layanan kesehatan selama pandemi. Cara tradisional penggunaan daun dadap serep terbukti efektif mengurangi obat kimia.
“Bagi sejumlah ibu rumah tangga yang masih mempertahankan tradisi leluhur pengobatan tradisional pemakaian daun dadap serep sesuai namanya, menyerap panas sebagai obat luar dan sebagian dipakai untuk obat gangguan lambung, mulas dengan cara direbus,” terang Suharso saat ditemui Cendana News, Jumat (20/8/2021).
Suharso menyebut peradangan sendi atau rhematik juga kerap memakai daun dadap serep untuk obat. Cara yang digunakan dengan menumbuk daun dadap serep, minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian lutut, persendian.
Cara lain dengan memanggang daun dadap serep di atas api. Tempelkan pada area sendi yang sakit. Bagi sebagian wanita daun dadap dipakai sebagai shampo untuk menghitamkan rambut.
Penggunaan daun untuk obat herbal sebut Suharso juga diterapkan pada daun jarak. Daun jarak atau Ricinus communis kerap digunakan untuk pengurang peradangan pada wasir.
Peradangan pada area wasir dikurangi dengan cara memanggang daun jarak lalu menempelkan pada area paha. Daun jarak juga bisa digunakan untuk meredakan panas pada anak persis pada pemakaian daun dadap serep.
“Daun jarak dan bagian biji kerap digunakan sebagai pencahar karena memiliki anti bakteri untuk memperlancar pencernaan,” ulasnya.
Jenis daun lain yang mudah ditemukan warga untuk obat berupa binahong, daun cincau. Suyatinah menggunakan daun cincau hijau untuk pengurangan panas dalam pada anak.
Proses pembuatan obat herbal dari daun cincau dengan memerasnya hingga menjadi jeli. Cara sederhana memakai daun cincau untuk pereda panas juga sekaligus menjaga kesehatan lambung, pencernaan.
Daun cincau hijau sebut Suyatinah memiliki khasiat mendinginkan lambung. Bagi orang dewasa, saat terjadi gangguan pencernaan berupa maag, asam lambung perasan daun cincau bisa jadi alternatif.
Agar lebih enak dikonsumsi, daun cincau yang telah menjadi jeli bisa dicampur memakai gula aren. Gula aren sebutnya bisa diencerkan memakai air selanjutnya bisa diminum.
“Daun cincau selama ini hanya digunakan sebagai bahan minuman, namun khasiat kesehatan untuk pencernaan juga kerap jadi alternatif obat kimia,” ulasnya.
Selain daun cincau, daun yang dibudidayakan Suyatinah sebagai tanaman obat keluarga adalah Binahong. Daun binahong sepintas menyerupai bayam merah dengan sulur berwarna merah.
Ia memilih memakai binahong untuk obat wasir dan pengobatan maag, asam urat dan mencegah diabetes. Cara penggunaan dengan direbus sebanyak 10 lembar lalu disaring dan diminum.
Sebagai bahan obat herbal, binahong sebut Suyatinah diaplikasikan bersama jahe. Jahe emprit yang berukuran kecil direbus lalu disaring untuk dicampurkan dengan rebusan daun binahong.
Agar bisa lebih awet daun binahong kerap dikeringkan menyerupai teh. Daun binahong yang dikeringkan bisa diseduh sebagai minuman. Khasiat sebagai pereda maag jadi obat herbal alternatif memanfaatkan daun.