Daun Sungkai, Obat Tradisional Jaga Daya Tahan Tubuh
Editor: Makmuin Hidayat
BEKASI — Beragam ramuan tradisional warisan budaya, dipercaya memiliki beragam fungsi untuk menjaga kesehatan. Salah satunya adalah rebusan daun sungkai (Peronema canescens) yang banyak tumbuh di wilayah Sumatera dan Kalimantan, dipercaya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan.
Informasi tentang khasiat daun sungkai pun berseliweran di media sosial hingga banyak yang berinisiatif menjadikan daun sungkai sebagai teh dengan cara tradisional agar bisa dikirim ke berbagai wilayah, sseperti Jambi, Palembang, dan Lampung.
“Daun sungkai ini, sudah dikenal sejak dulu di kampung untuk pengobatan tradisional demam, sakit kepala, sakit gigi, asma, bahkan penyakit kulit. Hingga saat pandemi ini banyak di kampung kami membuatnya jadi teh untuk dikonsumsi guna menjaga imun tubuh,” kata Adam Wijaya, warga asal Lampung di Bekasi kepada Cendana News, Jumat (20/8/2021).

Dia menyamakan teh daun sungkai seperti bir pletok di Bekasi yang banyak diproduksi dari berbagai bahan rempah. Karena daun sungkai tidak mungkin dikirim daun begitu saja setelah dipetik ke Bekasi, maka sebagian diracik menjadi teh yang dikeringkan, dengan cara tradisional. Sehingga mudah dikirim ke berbagai daerah.
Menurutnya saat diseduh, rasanya biasa saja tidak terlalu mengganggu. Biasanya Hasan mengaku dicampur dengan bahan herbal lainnya disesuaikan selera. Tanaman daun sungkai ini tumbuh liar begitu saja di wilayahnya.
“Saya tidak mengklaim sebagai obat Covid-19. Tapi, yang saya rasakan mengonsumsi daun sungkai bisa menambah daya tahan tubuh. Apalagi saat terasa demam, rutin minum daun sungkai dua hari bisa kembali pulih,” ujarnya mengaku saat ini rutin minum teh daun sungkai setiap pagi sebelum berangkat kerja.
Ia dikirim berupa teh dari teman di daerah asalnya di Lampung, untuk dikonsumsi di Bekasi. Adam pun kerap membagikan ke teman kerja ataupun tetangga yang penasaran ingin mencoba. Ini jelasnya adalah salah satu ikhtiar menjaga kesehatan di tengah pandemi yang tengah melanda.

Cendana News mendapat nomor telepon dari Adam, salah satu warga Lampung Timur, bernama Rahman, yang memproduksi teh daun saungkai secara tradisional dan kerap mengirim ke Bekasi. Saat dikonfirmasi, ia mengakui daun sungkai bukan hal baru di wilayahnya sebagai obat herbal yang telah dikonsumsi secara turun temurun.
“Daun sungkai ini bukan hal baru, tapi sudah turun temurun dimanfaatkan sebagai obat herbal terutama pada anak yang mengalami panas seperti demam. Di kampung saat ini, daun sungkai jadi tren baru, ikhtiar menjaga kesehatan, dengan merebus daun yang masih segar untuk diminum,” jelasnya namun secara klinis belum pernah diuji terkait khasiatnya.
Saat ini, tambahnya pemerintah sendiri mendukung agar masyarakat juga mengonsumsi obat tradisional dalam menangkal Covid-19. Tentunya ini jadi salah satunya, jika ada warga Bekasi yang pesan, Rahman mengaku siap mengirimkan ke alamat.