Libur Lebaran, Omzet Pedagang Batik Naik 100 Persen

YOGYAKARTA – Batik ternyata masih menjadi pilihan utama oleh-oleh bagi wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta. Hal itu dibuktikan dengan larisnya dagangan penjual pakaian batik yang ada di kawasan Malioboro maupun Pasar Beringharjo Yogyakarta. 
Siapa sangka sejak masa libur Lebaran, terhitung mulai H+2 hingga H+7 ini sejumlah pedagang pakaian batik di kawasan Pasar Beringharjo Yogyakarta mampu mendapat penghasilan hingga Rp20 juta setiap hari. Seperti diungkapkan salah seorang pedagang batik Pasar Beringharjo Yogyakarta, Dion Madan.
Dion Madan. Foto: Jatmika
Ia menyebut, sejak masa libur Lebaran, omzet penjualan baju batiknya meningkat 100 persen dibanding hari biasa. Peningkatan omzet itu dikatakan mulai terjadi sejak Lebaran ke dua hingga berakhirnya masa cuti bersama bagi PNS Minggu (2/7/2017), kemarin.
 “Tahun ini lebih ramai. Omzet meningkat 100 persen lebih. Mulai sejak Lebaran kedua hingga hari Minggu kemarin,” katanya saat ditemui Cendana News, Senin (3/7/2017), siang.
Memiliki 3 kios toko batik, Dion mengaku, bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp20 juta lebih setiap hari. Padahal pada hari-hari biasa, omzet penjualan hanya berkisar Rp10 juta per hari.
“Kebanyakan pembeli memang para wisatawan dari luar daerah. Biasanya untuk oleh-oleh. Mulai dari kemeja, busana, hingga kaos,” ujarnya.
Salah seorang wisatawan yang juga turut membeli oleh-oleh berupa pakaian batik adalah turis asal Swis, Norman dan Janed asal Jerman. Pasangan ini mengaku tertarik membeli pakaian batik sebagai oleh-oleh karena keindahan dan keunikan corak serta warnanya.
“Kebetulan saya sedang berlibur ke Yogyakarta. Membeli batik karena ini merupakan pakaian tradisional Jawa. Warna dan coraknya juga sangat bagus. Saya sangat suka,” ujarnya seusai mencoba dan membayar sejumlah kemeja batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta.
Lihat juga...